Pembangunan Sanitasi di Desa Cigandeng Diduga Asal Serta Upah Kerja Belum Dibayar

  • Whatsapp
banner 728x90

Bungasbanten.id, PANDEGLANG – Dalam pelaksanaan pekerjaan program penyediaan sarana dan prasarana sanitasi di desa Cigandeng kecamatan Menes kabupaten Pandeglang provinsi Banten.

Diketahui bahwa pekerjaan sanitasi ini berada di lembaga pendidikan keagamaan kabupaten Pandeglang yang lokasi tepatnya di pondok pesantren Nazwatudzikri kampung Kadu Bongkok desa Cigandeng – Menes – Pandeglang salah satunya. Nomor kontrak Hk.02.03/Sanitasi /Pk.Pl.Mck/391/Spk./VII/2021 “ Sumber dana dari APBN TA 2021 “ Nilai anggaran Rp 198.905.000.00 “  pelaksana CV.ADIYANA JAYA ,Program  dari pemerintah provinsi Banten melalui Dinas Direktur Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat Direktur Cipta Karya  provinsi Banten.

“ Dari pelaksanaan ini dikeluhkan oleh pekerja salah satunya Ugi ” ia mengatakan bahwa selama 15 hari ini “ bekerja belum di bayar upah kerja sesuai yang dijelaskan awal kerja oleh pihak pelaksana “  tutur  Ugi pada Bungasbanten.id, Kamis (28/10/2021)

Masih kata Ugi kami berempat (4) Asal Bandung, bekerja selama lima belas hari, baru ngambil uang upah kerja Rp 1,4 juta rupiah, total yang harus di bayar dari 4 orang tujuh juta dua ratus, sisa yang belum di bayar Rp 5.800.000.00, – Kurang lebihnya itu upah kami di bayar harian dengan kesepakatan tukang Rp 140.000,- untuk kenek Rp 110.000./ Harinya.

“ Kami dari 4 orang belum dibayar mana bekal habis kita disini, kerja bukan mondok kami juga perlu makan sudah mah pihak mandor dan pelaksana jarang datang kelokasi “ kami betul- betul membutuh kan uang untuk bekal makan tapi sampai hari ini kami dibiarkan “ Keluh Ugi

“ Saat dikonfirmasi ke pihak pelaksana pekerjaan Irfan ” Ia menjelaskan terkait upah pekerja sudah kita bayarkan melalui kepala pekerja alias mandor Roni  “ jadi pihak perusahaan tidak merasa punya hutang  “ tuturnya .

“ Hal tersebut Marjuki dari Lembaga Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) menerangkan bahwa pekerjaan tersebut terlihat dilokasi banyaknya kendala serta pasangan batu – batanya itu asal “ Sehingga  diduga keluar dari Speck atau RAB , Seperti yang terlihat di lokasi jenis batu  pasangan bangunan dan dugaan pasangan besi sloofnya ukuran kecil serta pasangan pondasi temboknya pun diduga bukan batu belah akan tetapi menggunakan batu bata “ Terang Marjuki

Masik kata Marjuki ” dalam pelaksanaan bangunan sanitasi ini seharusnya pondasinya menggunakan batu belah bukan batu bata “ Maka jika menggunakan batu bata akan abrol tidak ada kekuatan dan juga hal upah tenaga kerja juga tidak lancar makanya sering libur kerja dan gunta ganti pekerja .

Terkahir Marjuki “ bilamana hal upah pekerja ini diabaikan “ kami dari pihak kontrol sosial akan melanjutkan dan meminta ke pihak dinas terkait serta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun dan menindak lanjutinya sesuai aturan yang berlaku “ Pungkas Marjuki

REPORTER : ABRO /IWAN

banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90 banner 728x90
banner 728x90 banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *