Plt. Camat Picung : Sesali Masih Adanya Dugaan Pungli Oleh Oknum Perangkat Desa

  • Whatsapp
banner 728x90

BACA JUGA : SIPANON Diluncurkan : Sementara Dugaan Pungli Oknum Perangkat Desa CililitanTetap Berlangsung


Bungasbanten.id, PANDEGLANG – Seiring dengan peluncuran inovasi pelayanan secara online dengan sebutan SIPANON (Sistem Pendaftaran Adminduk Online) oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pandeglang yang dapat langsung dinikmati oleh lapisan masyarakat  dengan berbasis internet/online.

Akan tetapi beberapa waktu lalu diduga telah terjadi dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum perangkat desa, sebut saja Desa Cililitan Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang, hal ini membuat Pelaksana Tugas ( Plt) Camat Picung Dadan Saladin “ menggelengkan kepala seakan tidak percaya di wilayahnya masih saja ada yang berani melakukan hal tersebut, “tolong dalami dulu, apakah benar itu terjadi di wilayah tersebut, kita sama-sama menduga dengan dasar yang positif, dikita sudah tidak ada lagi itu namanya pungutan, sudah jelas kok ada aturannya yang mengunci, siapapun dia coba nanti kita dalami dulu, saya sangat menyesali jika itu benar terjadi yang jelas tidak ada itu yang namanya pungutan atau biaya administrasi dalam pembuatan dokumen kependudukan bagi masyarakat”, sesal Dadan Saladin yang ditemui Reporter Bungasbanten.id “ pada Jum’at (22/10/2021) di Kantornya.

“ Sementara itu Arif Rifa’i Kepala Desa Cililitan Kecamatan Picung ketika dikonfirmasi reporter Bungasbanten.id “ melalui telepon akun Whatsappnya “Saya juga sangat menyayangkan hal ini terjadi, apalagi ada sifatnya meminta untuk biaya operasional kepada masyarakat, mengetahui nominalnya juga saya kaget, fantastis, saya sudah kasih teguran keras kepada yang bersangkutan, tidak ada Perdes atau aturan apapun di desa kami yang sifatnya meminta uang kepada masyarakat.. “, Jawab tegas Kades Arif Rifa’i ini kepada Reporter Bungasbanten.id.

“ Informasi yang disampaikan Kepada Desa Cililitan dari yang diduga melakukan pungli bahwa hal tersebut terjadi sebelum ada aplikasi SIPANON (Sistem Pendaftaran Adminduk Online) “memang KTP sudah lama dibuat akan tetapi belum jadi, karena ada kendala di petugas Disdukcapilnya, dan yang bersangkutan memang mengakui agak sedikit emosi pada saat ada yang mengambil KTP tersebut dan terjadi adu argument, akan tetapi hal ini sudah diselesaikan terjadi kesalah pahaman diantara mereka, mewakili mereka saya selaku kepala desa memohon maaf atas kejadian ini, Insya Allah hal ini tidak akan terjadi lagi di desa kami.”Jelas Kades Arif Rifa’i.

“ Kades Arif Rifa’i juga menambahkan bahwa, pihaknya seringkali dalam forum mengingatkan kepada perangkat desa agar tidak ada yang boleh melakukan permintaan uang atau memotong hak masyarakatnya, tidak ada aturan manapun yang membenarkan jika itu terjadi, yang saat ini terjadi akan menjadikan pembelajaran buat semuanya dan kedepan pihaknya tidak akan mentolelir jika terjadi kembali, selanjutnya Kades Arif Rifa’i juga berencana akan mengumpulkan seluruh perangkat desanya hari Senin mendatang untuk diberikan pemahaman dan penegasan kembali terhadap permasalahan yang terjadi agar tidak terulang

REPORTER : ACH.YANI

banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90 banner 728x90
banner 728x90 banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *