oleh

Akibat Mangkalnya Kerbau, Jalan Bantaran Sungai Kelurahan Masjid Priyai Rusak Parah

banner 300250

Bungasbanten.id, KOTA SERANG  – Jalan yang berada di bantaran sungai yang menghubungkan Kelurahan Kilasah dan Masjid Priyayi Kecamatan Kasemen Kota Serang Provinsi Banten kini rusak parah dan tidak bisa di lalui oleh warga akibat ulah Puluhan Kerbau yang mangkal di sepanjang jalan tersebut, bahkan diduga ada korban jatuh dan meninggal dunia saat melintas akibat serudugan kerbau tersebut.

“ Neneng Titin Kurnia, S.Pd Lurah Masjid Priayai, saat di konfirmasi Bungasbanten.id, Jum’at (29/1/2021) kemarin,  bahwa benar jalan bantaran sungai yang menghubungkan antara Kelurahan Kilasah dan Masjid Priayai banyak bangunan liar tanpa ijin termasuk kandang kerbau liar.

Kini jalan tersebut rusak parah lantaran ada puluhan kerbau milik warga yang mangkal di sepanjang jalan tersebut bahkan beberapa tahun lalu ada korban jiwa “meninggal dunia” dan belum lama juga ada korban jatuh hingga motor milik korban terjebur di sungai akibat di serudug Kerbau liar beruntung korban bisa ditolong dan diselamatkan.” tuturnya.

Neneng menambahkan, kerbau yang berjumlah kisaran 40 ekor tersebut masih mangkal dan sudah lama terjadi bahkan kami dari pihak Kelurahan Masjid Priyayi di bantu pihak Kecamatan Kasemen sudah pernah menegur ke pemilik kerbau tersebut, sepontan pernah menghilang namun sekarang kumat dan berulah lagi

Selain dianggap berbahaya bagi warga yang melintas juga merusak dan menimbulkan keresahan warga serta menimbulkan bau aroma yang tidak sedap dan sepertinya kerbau tersebut buat ajang jual beli kerbau dijalanan, dengan harapan agar dinas terkait atau Pemkot Serang serius segera  menindaklanjuti hal ini.” pungkas Lurah Neneng.

BACA JUGA :  Wakil Ketua DPRD Banten Hadiri Diaolog Publik

“ H. Fatihudin, SE Anggota DPRD dari Fraksi PKB, ia juga mengatakan, bahwa terkait kandang kerbau liar dan bangunan liar tanpa ijin tersebut kenapa bisa didirikan se enaknya,,”Karena tidak ada ketegasan dari Pemkot Serang ” tutur H.Fatihudin

Lanjut H.Fatihudin, bahwa jalan penghubung sungai Ciujung tepatnya di bantaran sungai Kelurahan Masjid Priyayai kini puluhan kerbau tersebut telah merusak jalan dan meresahkan warga serta bangunan liar tanpa ijin yang berada disepanjang jalan sungai tersebut, baik rumah maupun tempat tempat usaha, seperti warung dan hasil limbah atau rongsokan tersebut masih terlihat hingga saat ini.

Hal tersebut menurut kami tidak ada ketegasan dari Pemkot Serang, padahal sudah saya sampaikan dan koordinasikan ke RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, dinas terkait, bahkan saya sudah usul ke Walikota Serang dan DPRD Kota Serang untuk segera di tindak lanjuti dan ditertibkan.

Namun hingga saat ini baik kandang kerbau liar maupun bangunan liar tersebut belum juga ditertibkan dan direalisasikan, akibatnya jalan bantaran sungai menuju sekolah dan kantor Kelurahan Masjid Priyayi tersebut tidak bisa di lalui karena Rusak Parah.

Dengan harapan agar pemerintah kota serang dan dinas terkait di tahun 2021 ini cepat merespon dan menindaklanjui baik ternak kerbau liar maupun bangunan liar yang tanpa ijin tersebut, dan merealisasikan pembangunan jalan sehingga jalan tersebut segera digunakan dan memberi rasa nyaman dan aman bagi warga dan pengguna jalan.” pungkas H.Fatihudin Anggaota DPRD Kota Serang

REPORTER : TUBAGUS ZAKARIA

banner 300250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Sebelumnya