oleh

Harus Dihukum Mati Pelaku Korupsi Bansos

banner 300250

Bungasbanten.id,JAKARTA–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menjerat para pelaku korupsi bantuan sosial (Bansos) penanggulangan dampak wabah Covid-19 dengan ancaman hukuman yang paling berat, termasuk hukuman mati.

“ Jika melihat perbuatan para pelaku yang tega mengkorupsi uang negara untuk Bansos, kita dukung KPK menuntut para tersangka dengan ancaman hukuman mati,” Ungkap pakar hukum pidana dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (6/12/2020).

Dijelaskan mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini, kinerja KPK yang sebelumnya banyak diragukan berbagai pihak, kini justru diapresiasi setelah menangkap dua menteri dalam rentang waktu cepat.

BACA JUGA :  Puluhan Wartawan Rapat Akbar Lawan Preman

“Kita melihat pelaku yang berhasil ditangkap tangan juga bukan orang sembarangan. Dalam dua minggu terakhir ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menjadi sasaran penegakan hukum KPK,” Tutur dia.

Bahkan dia melihat penangkapan Edhy di Bandara Sokarno Hatta dan Juliari menjadi OTT paling sempurna sejak KPK dibentuk.

“Kita apresiasi dan kita dukung terus KPK agar bisa memberantas korupsi di negeri ini,” Ujar pengajar pidana korupsi ini.

BACA JUGA :  Sowan ke Ketua MUI Sulsel, Kapolri Sebut Dukungan Ulama Sangat Penting Untuk Menjaga Kamtibmas

KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka korupsi Bansos pandemik COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Empat orang lainnya juga menjadi tersangka yakni Matheus Joko Santoso (pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial), Adi Wahyono (pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial), Ardian IM (swasta) dan Harry Sidabuke (swasta).

Ardian dan Harry menjadi tersangka pemberi suap, sedangkan Juliari, Matheus dan Adi menjadi penerima suap.

Anggaran untuk Bansos Jabodetabek sebesar Rp6,84 triliun dan telah terealisasi Rp5,65 triliun (82,59 persen) berdasarkan data 4 November 2020.  *(sam/siberindo/RED)

banner 300250
banner 300250
banner 300250
banner 300250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga