oleh

Hj.Nurul Waisah, Anggota DPRD Banten Reses Sidang ke Dua

banner 300250

Bungasbanten.id, PANDEGLANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten asal daerah pemilihan sembilan Pandeglang,Hj.Nurul Wasiah dalam reses masa sidang kedua di tahun 2021, menyebutkan, bahwa aspirasi program pertanian, program pendidikan dan infrastruktur masih jadi dominan aspirasi saat reses bersama masyarakat kabupaten Pandeglang provinsi Banten, Jum’at (5/3/2021)

Dari hari pertama Jum’at lalu (25/2) kata Nurul, hingga hari terakhir hari ini Jum’at (5/3) rata-rata masyarakat kabupaten Pandeglang menyampaikan aspirasi yang saya himpun menjadi tiga dominasi kelompok.

” Diketahui kelompok yang pertama soal program pertanian, ceritanya beragam, dari mulai cerita kelangkaan pupuk, komiditi padi hitam, hingga harga beras murah dan belum ada solusi dari pemerintah”, ujarnya.

Selanjutanya kata Nurul, kelompok yang kedua, adalah dominasi program Bantuan sosial (Bansos) dan bantuan pendidikan, Kelompok kedua ini lebih ke arah Bansos dan bantuan  pendidikan, ” bahkan masyarakat ada yang membandingkan dengan kabupaten Bandung yang Pemkabnya telah melaksanakan program bantuan dana pendidikin bagi yang kuliah “, kata Nurul.

Masih kata Nurul, adalah kelompok ketiga, aspirasi ini paling dominan disuarakan, yaitu Inprastruktur jalan dan jembatan, mulai poros jalan di perkampungan, jalan desa, jalan kabupaten dan jalan provinsi.

BACA JUGA :  Desa Sindanghayu Adakan Seleksi Calon Kadus

“Mereka (masyarakat-red) menyebut, bahwa jalan merupakan bagian yang tak kalah penting dalam pertanian, terutama hambatan distribusi hasil panen sering dikeluhkan oleh Masyarakat”, Ujar Nurul.

Selanjutnya Nurul, berjanji akan meneruskan semua aspirasi dari masyarakat kabupaten Pandeglang kepada pemerintah dan dinas terkait saat sidang paripurna mendatang.

“Terutama yang sesuai dengan mitra kerja komisi dua, aspirasi diluar itu juga tetap akan saya sampaikan ke teman-teman fraksi agar jadi masukan untuk disampaikan”, Imbuh Nurul.

Nurul menambahkan, pihak eksekutif dalam hal ini pemerintah provinsi Banten, gubernur, wakil gubernur beserta jajaran dinasnya harus lebih responship terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Terlebih harus cepat menanggapi persoalan terkini harga gabah murah yang belum ada solusi jitu nampaknya, pemerintah melalui Bulog tak lagi menyampaikan standar – standar kualitas, akan tetapi membimbing dan melakukan pendampingan agar standar tersebut tercapai oleh petani ” Pungkas Hj.Nurul Waisah

REPORTER : NUNAESIH

banner 300250
banner 300250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga