Kader Keluarga PPP Gelar Aksi Tuntut Ketum PPP Suharso Monoarfa Mundur, Demi Selamatkan Partai Ka’bah

Bungasbanten.id, SERANG – Kader keluarga Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Provinsi Banten yang mana PPP yang memiliki lambang Ka’bah ini “  Menggelar aksi ke Kantor DPW PPP Provinsi Banten, ke rumah besar Ummat, ke rumah sendiri , Kami sebagai bagian keluarga PPP “ Dalam aksi tersebut pada hari Jum’at (24/6/2022) kemarin

“Koordinator Aksi Ustad Jidah ” Mengatakan serta mengucapkan syukur Alhamdulillah “ kami diterima baik oleh Pimpinan DPW PPP Banten. “ Dalam unjuk rasa, kami beraudiensi bertemu dengan pimpinan kami Bapak H.Subadri Ushuludin Ketua DPW PPP Banten, bersama pengurus harian DPW PPP Banten secara lengkap dan juga ada Bapak H.Iskandar Sekretaris DPW PPP Banten, dan jajaran pengurus lainnya “  Kata Koorlap Aksi.

banner 728x90

“ Kedatangan kami membawa aspirasi untuk disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “ Bahwa kami sebagai bagian dari keluarga PPP ikut perihatin dengan elektabilitas PPP yang semakin menurun,” Berdasarkan hasil survei beberapa lembaga survei Nasional, sala satunya Survei Charta Politika, bahwa PPP hanya mendapat suara sekitar 2 % saja dan PPP tidak akan lolos Parliamentary Threshold “ ucap Ustad Jidah

“ Senada dari sala satu kader PPP Banten Erwan ”  Bahwa kondisi itu membuat khawatir keluarga PPP, dan perlu disikapi secara serius oleh Bapak/Ibu pengurus partai di semua tingkatan. “ Kami peduli dengan PPP, menjaga amanat orang tua kami, para sesepuh untuk menjaga Partai PPP berlambang Ka’bah.

“ Juga kami melihat kepemimpinan di pusat, khususnya Ketua Umum ( Ketum ) Bapak Suharso Monoarfa “ tidak membangun komunikasi secara baik dan tidak mampu membangun semangat para kader, khususnya di daerah “ Maka kami juga perihatin dengan berubahnya logo partai.” Hal itu telah mengkhianati para pendiri partai.

Oleh karena itu, kami menuntut Bapak Suharso Monoarfa untuk mundur sebagai Ketum PPP “ Dan meminta para tokoh PPP mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan partai demi menghadapi Pemilu tahun 2024 mendatang.

Tuntututan serta pernyataan kami ada 7 poin yang perlu sampaikan untuk diteruskan kepada DPP PPP di Jakarta diantaranya :

  1. Seluruh kader, terutama pengurus di semua tingkatan perlu menyikapi secara serius Elektabilitas PPP yang semakin menurun di bawah kepemimpinan Ketum Suharso Monoarfa
  2. Sebagai Ketum Suharso Monoarfa tidak mampu menjaga marwah dan performa partai, sehingga para kader dan simpatisan mengkhawatirkan PPP tidak lolos di parlemen pada Pemilu 2024
  3. Suharso Monoarfa tidak membangun semangat para kader
  4. Suharso Monoarfa tidak melakukan komunikasi dan konsolidasi secara baik dengan pengurus dan kader, terutama di daerah
  5. Suharso Monoarfa “ mengeluarkan keputusan yang melanggar peraturan organisasi AD/ART PPP sehingga menimbulkan konflik di jajaran pengurus yang berdampak pada soliditas kader
  6. Suharso Monoarfa telah mengkhianati para pendiri partai, melanggar asas, dengan merubah logo partai secara tidak jelas dan tidak melalui forum musyawarah organisasi
  7. Menuntut Suharso Monoarfa “ mundur sebagai Ketum PPP dan meminta para tokoh PPP mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan partai dalam menghadapi Pemilu 2024 “ pungkasnya Kader Keluarga PPP Banten Erwan

REPORTER : ABRO/ IWAN

banner 728x90
banner 728x90