Kajati Banten, Tetapkan Supervisor Bank Banten Cabang Pembantu Malingping Sebagai Tersangka Korupsi 6,1 Miliar

Banten, News357 Dilihat

Bungas Banten, SERANG  –  Ridwan supervisor Bank Banten Cabang Pembantu Malingping kabupaten Lebak provinsi Banten ” menggunakan uang korupsi senilai Rp 6,1 miliar untuk judi online. ” Juga selain itu, uang miliaran itu digunakan untuk hiburan, meminjamkannya kepada orang lain dan membayar uang muka beli rumah.

“Uang digunakan untuk judi online, ada juga yang dihutangkan kepada temannya dan DP (down payment/uang muka) rumah,” Ujar Kajati Banten Didik Farkhan Alisyahdi, pada Wartawan Senin (5 /2/2024)

banner 728x90

Lanjut Didik , Bahwa saudara Ridwan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam gelar perkara yang dilakukan pada Senin 5 Februari 2024. ” Usai gelar perkara, yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Serang.

Alasan penyidik menahan tersangka karena dikhawatirkan akan melarikan diri. “Selain itu juga merusak barang bukti,” Ujar mantan wartawan Jawa Pos Group ini.

Sealnjutnya Didik juga menjelaskan, Bahwa kasus dugaan korupsi yang terjadi di Bank Banten ini, terjadi pada Februari sampai September 2022. ” Modus tersangka adalah dengan mengeluarkan uang dari dalam brankas. Agar tidak  ketahuan, tersangka mengambil uang saat karyawan Bank Banten pulang.

Tindakan tersebut dilakukan tersangka beberapa kali sejak Februari hingga September 2022. “ Tersangka memanfaatkan jabatannya sekitar tujuh bulan dan mengambil uang dalam brankas beberapa kali. ” Tersangka melakukannya saat sore hari (mengambil uangnya -red),” Tuturnya

Setelah mengambil uang dari dalam brankas, tersangka sambung Didik, membuat laporan fiktif agar pengeluaran Bank Banten bersesuaian. “ Faktanya tidak ada pengeluaran itu,” Terang Didik yang didampingi Asintel Kejati Banten Ajie Prasetya, Aspidsus Kejati Banten Fajar Syah Putra dan Kasi Penkum Kejati Banten Rangga Adekresna.

Selanjutnya Didik menerangkan, perbuatan tersangka tersebut terbongkar setelah adanya sistem pengeluaran di Bank Banten. ” Temuan tersebut kemudian dilakukan audit dan pemeriksaan kamera CCTV atau kamera pengintai. Dari hasil audit dan kamera pengintai terdapat pengeluaran yang tidak sesuai.”  Selain itu, terdapat video yang memperlihatkan tersangka mengambil uang dari dalam brangkas.

“Ketahuannya dari sistem pengeluaran bank ternyata itu tidak benar. ” Kemudian diaudit dan dilihat CCTV ketahuan (mengambil uang),” kata Didik

Maka dari temuan tersebut, pihak Bank Banten, membuat laporan kepada Kejati Banten pada awal tahun 2024 ini. Dari laporan itu, Kejati Banten telah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. “Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka hari ini ” Jelas Didik

Akibat perbuatannya, tersangka oleh penyidik dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. “Disangkakan pasal 2 dan pasal 3 (Undang-undang Tipikor),” PungkasNya

REPORTER : Rls/ DTN /RED

banner 728x90