KLILK....!!!! TANDA KALI
banner 728x90 banner 728x90
ll
ll
banner 728x90
OpiniSerang Raya

Menanggapi Kasus PPATK Bongkar Fakta Tentang  Kasus Judi Online di Indonesia 

335
×

Menanggapi Kasus PPATK Bongkar Fakta Tentang  Kasus Judi Online di Indonesia 

Sebarkan artikel ini
PHOTO : Uswatun Hasanah
banner 728x90

PENULIS  : Uswatun Hasanah, NIM :  231090200302  KELAS : 02HKSP003 DOSEN : Syahrul Hanafi S.H,M.H ” MATA KULIAH  :  Pendidikan Pancasila , FAKULTAS : Hukum , UNIVERSITAS Universitas Pamulang Serang – Banten

OPINI _ Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavanda mengungkapkan ada praktik jual beli rekening untuk bermain judi online. Hal itu diungkapkan dalam rapat kerja komisi III DPR,di Gedung DPR, Jakarta pusat, Rabu (26/6/2024).

Dia menyebut pelaku judi online itu datang ke kampung-kampung dan menawarkan warga setempat untuk membuka rekening.

“Kasus judol (judi online) ini adalah rekening yang di-create (dibuat) oleh para pengepul.jadi mereka datang ke kampung-kampung meminta kepada ibu-ibu,bapak-bapak,para petani untuk membuka rekening,pakai onlin dan segala macam.mereka buka dan satu orang itu bisa mengumpulkan ribuan (rekening)”ungkap ivan

Ivan menambahkan warga yang bersedia membuka rekening kemudian mendapat imbalan Rp 100.000.,- Setelah itu ribuan rekening tersebut lalu dijual lagi oleh pengepul dengan harga yang lebih besar. Ivan juga menyampaikan kebanyakan rekening yang digunakan sudah inaktif atau frekuensi penggunaannya sudah menurun.

Menurut Ivan,PPATK sudah menemukan praktik tersebut sejak lama. “Itulah rekening yang dibuka hari ini tapi memang ada juga praktik rekening yang dorman rekening yang inaktif tadi dijual belikan oleh oknum-oknum tertentu untuk kemudian diaktifkan lagi,” jelas dia

Praktik jual beli rekening untuk judi online yang diungkapkan oleh kepala PPATK Ivan Yustiavanda menunjukan bagaimana pelanggaran hukum dan moralitas yang terlibat dalam praktik judi online bertentangan dengan nilai ketuhanan.perjudian,dalam berbagai agama yang diakui di Indonesia,umumnya dianggap sebagai Tindakan yang tidak bermoral dan merugikan Masyarakat.

Eksploitasi warga desa untuk membuka rekening dengan imbalan minim menunjukan kurangnya penghargaan terhadap martabat manusia dan menunjukan ketidakadilan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan sila kedua Pancasila

Praktik seperti ini dapat merusak persatuan bangsa dengan menciptakan ketidakpercayaan kerentanan Masyarakat.Ketika Masyarakat merasa dieksploitasi oleh pihak-pihak tertentu,hal ini dapat memicu ketidakpuasan dan disintegrasi sosial.ini bertentangan dengan nilai persatuan sila ke tiga Pancasila.

Menurut saya Mengatasi maslah ini memerlukan pendekatan holistic yang melibatkan penegakan hukumyang tegas,edukasi Masyarakat,dan perbaikan sostem keuangan.Penegakan hukum nharus lebih proaktif dan preventif dalam mendeteksi dan menghentikan praktik-praktik semacam ini.Selain itu Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai bahaya dan konsekuensi dari membuka rekening untuk tujuan legal.

Dalam konteks Pancasila,Upaya untuk mengatasi masalah ini merupakan bagian dari Upaya untuk mewujudkan Masyarakat yang adil,Makmur,dan bermartabat sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila (***) 

banner 728x90 banner 728x90
ll
banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90