KLILK....!!!! TANDA KALI
banner 728x90 banner 728x90
ll
ll
banner 728x90
Opini

Mengenal Pancasila Bung Karno : 79 Tahun Keberhasilan Pancasila Mempertahankan Keutuhan Bangsa 1945-2024

111
×

Mengenal Pancasila Bung Karno : 79 Tahun Keberhasilan Pancasila Mempertahankan Keutuhan Bangsa 1945-2024

Sebarkan artikel ini
PHOTO : Rifki Ramadan, Mahasiswa Universitas Pamulang PSDKU Serang - Banten 
banner 728x90

Penulis : Rifki Ramadan, Mahasiswa Universitas Pamulang PSDKU Serang – Banten

OPINI – Ada Sebuah percakapan antara Presiden Indonesia Soekarno dengan Presiden Yugolavia Josep Brostito. Bung Karno bertanya “apa yang kau wariskan untuk mempertahankan keutuhan bangsamu?”. “Aku mewariskan militer yang sangat kuat, yang akan mempertahankan keutuhan Bngsa dan Negaraku” Jawab Josep. Lalu Josep bertanya kembali, “kalau, kamu, apa yang kamu wariskan kepada bangsamu?”, Bungkarno menjawab “Aku mewariskan Pancasila”

Bung Karno telah mempunyai keyakinan bahwa pancasila dapat menjaga keutuhan bangsa Indonesia, yang penuh dengan perbedaan. Bung Karno berhasil menyintesiskan berbagai pandangan yang telah muncul dan orang pertama yang mengonseptualisasikan dasar Negara itu (Pancasila) kedalam pengertian formulasi pemersatu (homogenaizer), dasar falsafah (philosofische grondslag), dan pandangan komperhensif dunia (weltanschauung) secara sistematik, solid dan koheren.

Pernahkah kita bertanya, kenapa Bung Karno begitu yakin dengan Pancasila akan berhasil menjaga keutuhan bangsa? Lalu apa makna filosofis dari poin-poin yang ada di dalam Pancasila? Dan apakah Pancasila telah mengakar di dalam tubuh masyarakat Indonesia?. Perlu kita renungkan dari pertanyaan itu, maka kita akan menelusuri jejak sejarah dari mana munculnya Pancasila. Secara Yuridis Pancasila bersumber dari pidato tanpa teks Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, yang di tetapkan sebagai hari lahir Pancasila melalui Keppres No. 24 Tahun 2016 tentang hari lahir Pancasila.

PANCASILA 1 JUNI

Dalam sidang pertama BPUPK Bung Karno melahirkan sebuah pemikiran yang solid dan koheren mengeai dasar Negara. Bung Karno menyampaikan dalam pidatonya “Di dalam tahun ’33 saya telah menulis satu risalah, risalah yang bernama Mencapai Indonesia Merdeka….. Di dalam risalah itu saya katakan bahwa, kemerdekaan politieke, onafhankelijkheid, political independent, tak lain dan tak bukan ialah satu jembatan emas…. Di sebrang jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.”. Pemikiran tentang dasar Negara tidak semata-mata dipikirkan secara pragmatis oleh Bung Karno. Beliau memikirkan tentang Weltanschauung kita untuk mendirikan Negara Indonesia Merdeka di atasnya, apakah sosio-nasionalis? Ataukah historich-materialisme?. Dari berbagai pandangan tersebut Bung Karno dapat meramu sebuah Formula 5 nilai dasar sebagai pandangan Komperhensif dunia, yang di sebut dengan Pancasila.

1. Kebangsaan Indonesia/Nasionalisme

Dasar pertama yang baik di jadikan dasar Negara Indonesia adalah dasar kebangsaan. Namun, nasionalisme bangsa Indonesia ialah tidak “Chauvinisme” yang cinta tanah air dan bangsa terlalu berlebihan, hingga meganggap bangsa lain lebih rendah rendah.

2. Perikemanusiaan/Internasionalisme

Kebangsaan yang di ajarkan adalah kebangsaan yang tidak “Chauvinisme”, kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia.

3.  Musyawarah Mufakat/Demokrasi

Kita mendirikan Negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu. Prinsip dari demokrasi adalah transparansi dan keterlibatan public, dan mengambil kputusan demi kesejahteraan bersama.

4. Kesejahteraan Sosial

Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi barat. Jika kita memang betul-betul mengerti, mengingat, mencintai rakyat Indonesia kita harus mengadakan persamaan, kesejahteraan yang sebaik-baiknya.

5. Ketuhanan Yang Berkebudayaan

Prinsip Indonesia merdeka dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Ketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain.

Namun dalam pemikiranya, Bungkarno juga menwarkan alternative lain dari Pancasila, yang di ramu menjadi Tri Sila yaitu Sosio-Nasionalis, Sosio-Demokratis, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tidak sampai disitu Prinsip dasar dari Tri Sila juga di ramu kembali menjadi Eka Sila yaitu Gotong Royong. Begitu kompleks pemikiran Bung Karno mengenai Dasar Negara Indonesia, dan itu semua di sebut dengan Pancasila 1 Juni Bung Karno.

DASAR FALSAFAH PANCASILA

Untuk membedah kandungan dari Pancasila secara kacamata Filsafat, kita harus mengartikan secara garis besar arti dari kata Filsafat. Filsafat diambil dari dua suku kata “filo” cinta dan “shophie” Kebijaksanaan. Filsafat adalah suatu pandangan tentang dunia dan segala hal di dalamnya. Filsafat adalah induk ilmu pengeahuan yang memberi arah kepada ilmu pengetahuan dalam merumuskan konsep dan teori untuk membangun konsep ilmiah.

Pancasila yang di muat dalam pidato tanpa teks Bung Karno memiliki makna filosofis yang mendalam. Bung Karno sendiri adalah seorang yang dilahirkan dengan perasaan halus dan darah seni. Pemikiranya sangat revolusioner. Satu irama revolusi menurut Bung Karno adalah menjebol dan membangun. Bung Karno menyampaikan bahwa kita harus tau darimana kita berangkat, untuk membangun sebuah pondasi yang akan dibangun gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Untuk itu pentinglah kita memikirkan pula jembatan yang akan menghantarkan pada kemerdekaan bangsa Indonesia. Sintesis dari Bung Karno ini yang akhirnya melahirkan Pancasila sebagai 5 poin dasar yang diyakini dapat menjaga kesatuan Bangsa Indonesia, dan dapat menjadi pandangan hidup bagi masyarakat Indoneisa yang memiliki keberagaman suku bangsa.

Bung Karno memandang tentang perbedaan-perbedaan di Indonesia namun masyarakatnya mempunyai nasib yang sama, yaitu berada dibawah bayang-bayang kolonialisme dan imprelialisme. Dengan demikian bung karno menciptakan sebuah dasar falsafah , pandangan komperhensif dunia yang dapat membuat kebebasan sebuah bangsa,mempersatukan semua perbedaan,  membebaskan dari bayang-bayang Imprealisme, menuntun pada satu arah kemerdekaan, merdeka dalam arti yang konkrit menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila yang berhasil mempertahankan sebuah bangsa yang besar hingga 79 tahun lamanya menjadi bukti bahwa percakapan Bung Karno dengan Josep Brostito benar-benar nyata. Pancasila yang diambil dari impian semua bangsa di dunia. Pancasila menjadi tesis ilmiah Bung Karno sebagai alat revolusi dengan bukti yang logis. Pancasila menjadi jalan tengah dari idiologi-idiologi yang ada.

Dalam memahami konsep pemikiran Bung Karno tentang kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, kita juga harus mengetahui tentang tri sakti bung Karno, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ajaran Tri Sakti tersebut merupakan sebuah cara untuk merealisasikan cita-cita bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila. Garand plan inilah yang harus kita jelimeti dari pikiran-pikiran Bung Karno untuk memahami dan menjiwai Pancasila.

“Kemerdekaan barulah sempurna jikalau berdiri diatas kaki sendiri ” ­—Bung Karno

banner 728x90 banner 728x90
ll
banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90