Petani Keluhkan Harga Pupuk di Jual di Atas HET

Kabupaten Lebak192 Dilihat

Bungasbanten.id,LEBAK – Program pemerintah dalam menjaga stabilitas Swasembada Pangan Nasional salah satunya penyalurkan Pupuk Bersubsidi terhadap para petani melalui Dinas Pertanian untuk di salurkan ke kios – kios pupuk bersubsidi untuk disuplay kepada para petani yang telah terdaftar  didalam RDKK kelompok tani setempat.

Pantauan awak media di beberapa kios resmi yang menyalurkan pupuk bersubsidi yang berada di wilayah kecamatan cilograng Kabupaten lebak harga sangat fantastis  melonjak naik dari harga eceran tertinggi (HET) sehingga  masyarakat tani menjerit.

Harga Pupuk subsidi yang harus ditebus para petani dari kelompok tani, urea dengan harga Rp. 150,00O-160,000/ karung, atau Rp. 3000-3200/kg dan Pupuk NPK, Phonska,SP-36. mencapai Rp. 160,000-170,000/karung, atau Rp. 3200-3400/kg

Sementara harga eceran tertinggi (HET) Pupuk urea yang seharusnya ditebus oleh para petani hanya sebesar Rp. 112500/karung, atau harga eceran Rp. 2250/kg dan Pupuk  NPK,Phonska,SP-36 hanya Rp. 115000/karung atau harga eceran Rp. 2300/kg, sesuai dengan harga patokan pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dilapangan hampir 90% kios resmi penjual pupuk bersubsidi yang ada di Wilayah kecamatan cilograng, diduga kios resmi Pupuk Bersubsidi menjual diatas harga eceran tertinggi (HET).

Seperti kios-kios resmi yang ada diKecamatan cilograng kabupaten Lebak provinsi banten kios resmi dikecamatan cilograng mereka menjualan Pupuk Bersubsidi tersebut diatas harga eceran tertinggi (HET).

Dikonfirmasi via whatsAap (WA) koordinator penyuluh(Korluh) pertanian dikecamatan Cilograng Asep “ Saya sudah membahas kepada semua masyarakat tani lewat kelompok tani juga,sebagai bahan pertimbangan penyuluh meminta surat keberatan mengenai harga pupuk di kelompok tani,karena memang mengenai harga pupuk haknya ada dikios resmi.

Kalau seperti itu terus, mungkin saya meminta dinas,minta untuk mencabut SK izin kios resmi.yang intinya koordinator penyuluh tidak setuju dengan harga pupuk subsidi yang dijual kios resmi terlalu mahal.

Dikatakan beberapa Kelompok tani di kecamatan cilograng mengeluhkan Haraga pupuk yang melambung diatas harga eceran tertinggi (HET). ketua klompok tani yang berinisial “PN” benar kami harus menebus pupuk subsidi  Urea dengan harga Rp. 135.000-140.000/karung, dan NPK Phonska,SP-36 Rp. 145.000-150.00 Rupiah /karung, Ujarnya.

Lanjut ketua kelompok tani Karena dari kios resmi untuk Samapi ke kelompok tani harus bayar ongkos kirim,  perkarungnya 10 ribu rupiah sebab untuk mendapatkan pupuk tersebut masih kena biaya seperti biaya angkut, biaya upah bongkar. Jadi intinya kami selaku ketua Kelompok merasa keberatan dengan harga pupuk yang begitu mahal dari kiosnya.

Sehingga kami harus menjual pupuk Kepada petani lebih dari 300 ribu,sedangkan dari kios resmi aja harga pupuk urea mencapai,135 ribu/karung,phonska 150,ribu/karungnya,SP-36 145 ribu/karungnya.jadi kalau di hitung untuk dua karung,280-285 ribu rupiah belum ongkos kirim ongkos bongkar.sehingga masyarakat tani sangat mengeluh kepada kios resmi penjualan pupuk bersubsidi tersebut pasti selalu di keluhkan para petani Pungkasnya.

REPORTER : DENI

banner 728x90
banner 728x90