KLILK....!!!! TANDA KALI
banner 728x90 banner 728x90
ll
ll
banner 728x90
PolisiSerang RayaUtama

Tipikor Satreskrim Polres Serang Limpahkan Barang Bukti Perkara Dugaan Korupsi Dua Mantan Kades  ke Kejari

80
×

Tipikor Satreskrim Polres Serang Limpahkan Barang Bukti Perkara Dugaan Korupsi Dua Mantan Kades  ke Kejari

Sebarkan artikel ini
banner 728x90

Bungas Banten, SERANG  – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang Polda Banten,  melimpahkan tersangka berikut barang bukti perkara dugaan korupsi dua mantan Kepala Desa di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang ke Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang pada Selasa (9/7/2024)

Pelimpahan tahap kedua dilakukan setelah berkas perkara dengan tersangka Suryadi dan Supriadi telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penyidik JPU Kejari Serang.

“Berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik Kejari. Kami lakukan penyerahan tersangka berikut barang bukti dari penyidik Unit PPA ke penyidik Kejari Serang,” Ungkap Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko  

Condro Sasongko menjelaskan dari hasil penyidikan, mantan Kades Kopo Suryadi diduga melakukan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa (DD)  tahun 2019, yang menyebabkan kerugian keuangan negara Rp 229.378.447

“Pada tahun 2019 Desa Kopo menerima angaran dari pemerintah sebesar sebesar Rp 1.354.834.000 dan 761.895.000, yang bersumber dari DD, yang diperuntukan untuk pembangunan jalan (rabat beton), dalam pelaksanaan pekerjaan fisik tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres menerangkan mantan Kades Cidahu Supriadi diduga melakukan tindak pidana korupsi mengurangi volume dua pekerjaan hotmix, yaitu 1 titik dengan anggaran sebesar Rp 107.583.100, dan hotmix di 5 titik dengan anggaran sebesar Rp 652.270.900.

” Tahun 2019 menerima total anggaran Desa sebesar Rp 1.291.956.000,- yang bersumber dari APBN dan APBD, dari anggaran tersebut sebesar Rp 759.859.000,- yang bersumber dari APBN digunakan untuk kegiatan pembangunan jalan desa,” jelasnya.

Kapolres menambahkan dari kedua pekerjaan itu, Kepala Desa Cidahu melaksanakan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan aturan dan RAB pekerjaan, salah satu perbuatan Kepala Desa adalah membeli limbah aspal (hotmix).

Tersangka mengendalikan semua kegiatan dan pengelolaan keuangan desa yang tidak sesuai dengan aturan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, dan hasil korupsi tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 390.129.179,” tambah mantan Kasubdit Tipidter dan Tipidsus Ditreskrimsus Polda Banten.

Kapolres menegaskan kedua mantan Kades tersebut dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang – Undang RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

REPORTER : RED

banner 728x90 banner 728x90
ll
banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90