Prof Suwaib: Seba Baduy 2026 Perkuat Gerakan “Banten Menanam” untuk Kelestarian Alam

Serang Raya19 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, SERANG – Kehadiran Prof Suwaib Amiruddin sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten sekaligus Rektor Universitas Banten dalam Seba Baduy 2026 jadi sorotan. Momen budaya tahunan ini ditegaskan sebagai ruang strategis menyatukan nilai adat dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Banten. Minggu 26 April 2026

Acara yang digelar khidmat di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu malam 25/4/2026, dihadiri 1.552 warga adat Baduy. Mereka menyampaikan amanat pelestarian lingkungan langsung kepada Gubernur Banten, Andra Soni.

Example 1500x60
Example 1500x60

Dalam wawancara, Prof Suwaib menegaskan peran strategis Pramuka dalam menanamkan kepedulian lingkungan ke generasi muda. Kwarda Banten tengah merancang program “Banten Menanam” sebagai aksi konkret pelestarian alam.

“Momentum Seba Baduy ini menjadi pengingat kuat bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Gerakan Pramuka siap menjadi garda terdepan melalui program Banten Menanam,” ujarnya.

Ia menambahkan, kearifan lokal Baduy sangat relevan dengan pendidikan karakter Pramuka, terutama membangun kesadaran ekologis sejak dini.

Gubernur Andra Soni menegaskan Seba Baduy adalah ruang memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat adat.

“Melalui Seba ini, kita mendapatkan pengingat penting tentang amanah menjaga alam. Pesan masyarakat Baduy menjadi komitmen bersama yang harus kita jaga,” tegasnya.

Andra Soni juga menyoroti filosofi Baduy “gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak” sebagai dasar menjaga keseimbangan ekosistem di tengah pembangunan.

Amanat disampaikan Jaro Oom selaku Jaro Pamarentah. Ia menyebut Seba Baduy bagian dari rangkaian adat pasca panen yang sarat makna pelestarian.

“Amanah ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab kepada alam. Kami ingin memastikan keseimbangan tetap terjaga,” kata Jaro Oom.

Kawasan yang disebut dalam amanat meliputi Sanghyang Sirah, Ujung Kulon, Gunung Honje, hingga Gunung Gede, Gunung Sanggabuana, dan Gunung Liman di luar Banten. Prinsip ngaraksa gunung, ngarawat alam, akan terus dijalankan masyarakat Baduy.

Ke depan, Pemprov Banten bersama berbagai pihak, termasuk Gerakan Pramuka melalui “Banten Menanam”, akan memperkuat kolaborasi lintas daerah dan komunitas untuk menjaga kelestarian alam.

Seba Baduy 2026 menjadi simbol bahwa harmoni manusia, budaya, dan alam bukan hanya warisan, tapi arah masa depan pembangunan berkelanjutan di Banten.

REPORTER:HJ

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60