Bungas Banten, PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama jajaran TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait menggelar Apel Siaga Gabungan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau. Apel dilaksanakan di Lapangan Alun-alun Pancaniti Pandeglang, Senin (07/09/2026)
Bertindak sebagai pimpinan apel Bupati Pandeglang Hj. RD. Dewi Setiani, S.Sos., M.A. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 personel gabungan yang terdiri dari 1 SSK Kodim 0601/Pandeglang, 1 SSK Polres Pandeglang, dan 1 SSK gabungan Satpol PP, Dishub, Damkar, Dinkes, BPBD, serta Basarnas Kabupaten Pandeglang.
Turut hadir dalam apel tersebut Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra, S.I.P, Kapolres Pandeglang AKBP Dr. H. Dhyno Indra Setyadi, S.I.K., M.Si., C.L.M.A, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pandeglang Dadi Rajadi, Sekda Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat, Asda I Doni Hermawan, Pasipers Kodim 0601/Pandeglang Kapten Inf Sugeng Rohmat, para PJU Polres Pandeglang, serta seluruh peserta apel.
Susunan pejabat apel: Pimpinan Apel dijabat Bupati Pandeglang, Perwira Apel Kapten Inf Sugeng Rohmat, dan Komandan Apel Kapten Inf Dedi Bonar Sirait, Danramil 0101/Pandeglang.
Dalam amanatnya, Bupati Dewi Setiani menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kodam III/Siliwangi, Korem 064/Maulana Yusuf, Kodim 0601/Pandeglang, Polres Pandeglang, serta seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait atas kesiapsiagaan yang ditunjukkan.
“Kehadiran Satgas PRCPB Kodam III/Siliwangi di Kabupaten Pandeglang bukan hanya menambah kekuatan personel dan sarana, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah bersama TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait senantiasa siap mengambil langkah apabila terjadi kedaruratan,” ujar Bupati.
Bupati mengacu pada data resmi PVMBG Kementerian ESDM yang menyatakan bahwa pada Minggu, 6 September 2026 pukul 07.10 WIB telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik. Saat ini status gunung berada pada Level III atau Siaga. Sesuai rekomendasi, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Bupati menegaskan bahwa perkembangan Gunung Anak Krakatau sangat penting bagi Kabupaten Pandeglang karena memiliki wilayah pesisir luas yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda.
“Di sepanjang pesisir ada permukiman, nelayan, perikanan, transportasi laut, kawasan wisata, dan aktivitas ekonomi. Setiap perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau harus menjadi perhatian serius kita bersama. Pengalaman bencana di Selat Sunda mengajarkan kita bahwa kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan setelah bencana terjadi,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap kesehatan, jarak pandang, transportasi, dan pariwisata. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan terus mengikuti informasi resmi pemerintah.
Dari sisi pariwisata dan keselamatan, Balawista Kabupaten Pandeglang telah menyiagakan lebih dari 100 personel di wilayah pesisir.
Bupati menekankan apel ini menjadi momentum memastikan kesiapan nyata: kesiapan personel, sarana dan peralatan, jalur koordinasi antarinstansi, sarana komunikasi, jalur evakuasi, pembagian tugas, serta edukasi kepada masyarakat.
“Berdasarkan monitoring hingga 6 September 2026, aktivitas pariwisata di pesisir Pandeglang khususnya Carita masih berjalan normal dan belum ada penurunan signifikan maupun pembatalan kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Untuk mendukung operasi, sejumlah kendaraan telah disiagakan: 4 unit ambulans, 2 unit damkar, 1 unit water canon, 2 unit LCR, 6 unit truk angkut personel, dan 1 unit mobil Kemensos.
Bupati menutup amanat dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesiapsiagaan ini.
Kegiatan apel berlangsung aman,tertib dan lancar.
REPORTER:HJ







