Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, dan Permata Bank Syariah Bangun Sumur Bor dan MCK untuk Santri di Cikeusik.

Pandeglang16 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, turut berdampak pada ketersediaan air bersih di Kecamatan Cikeusik. Kondisi tersebut dirasakan oleh para santri Pondok Pesantren Al-Um yang berlokasi di Kampung Pematang Sempur, Desa Sukaseneng. Keterbatasan sumber air bersih selama ini menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, berwudu, hingga keperluan sanitasi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, H. Roid Saputra, relawan Rumah Yatim wilayah Jabodetabek, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di lingkungan Pondok Pesantren Al-Um, Rabu (28/10/2026).

Pembangunan fasilitas air bersih ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, dan Permata Bank Syariah. Program tersebut diharapkan menjadi solusi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih para santri sekaligus masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren.

Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik, Kodim 0601/Pandeglang, Ustaz Rahmat selaku pengurus Pondok Pesantren Al-Um, serta para santri dan wali santri.

H. Roid Saputra menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor dan MCK ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendasar para santri yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi lingkungan pondok pesantren, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang menghadapi persoalan serupa.

“Kami berharap pembangunan sumur bor dan MCK ini nantinya bisa memenuhi kebutuhan air bersih para santri, baik untuk mandi, berwudu, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya. Mudah-mudahan fasilitas ini juga dapat meringankan beban masyarakat sekitar yang mengalami kesulitan air bersih,” ungkap H. Roid.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Permata Bank Syariah dan Yayasan Amaliah Astra yang telah berkolaborasi bersama Rumah Yatim untuk mewujudkan harapan para santri dan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Insyaallah, setelah pembangunan selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama, bukan hanya oleh para santri, tetapi juga masyarakat di sekitar pondok pesantren,” tambahnya.

Kebahagiaan atas dimulainya pembangunan tersebut juga dirasakan oleh para santri. Rendy, salah seorang santri Pondok Pesantren Al Um, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur serta lembaga yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, dan Permata Bank Syariah yang telah membantu mewujudkan harapan kami untuk mendapatkan sumber air bersih dan fasilitas MCK yang layak. Selama ini kami mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan harus pergi cukup jauh hanya untuk mandi,” tutur Rendy.

Ia berharap pembangunan tersebut segera selesai sehingga para santri dapat menjalani kegiatan belajar dan beribadah dengan lebih nyaman.

“Insyaallah, sebentar lagi kami bisa merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena adanya bantuan ini. Semoga semua pihak yang telah membantu mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ujarnya.

Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik, mengapresiasi kolaborasi Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, dan Permata Bank Syariah dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan pondok pesantren dan masyarakat.

Menurutnya, persoalan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak selama musim kemarau. Tidak sedikit warga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bagi kebutuhan rumah tangga.

“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang sangat dirasakan masyarakat. Bahkan, ada warga yang harus membeli air dengan harga sekitar Rp5.000 per galon demi memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Eri.

Ia menilai pembangunan sumur bor dan MCK tersebut merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi memenuhi harapan pondok pesantren dan masyarakat untuk mendapatkan sumber air bersih yang layak. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi para santri serta warga sekitar,” tuturnya.

Masih di tempat yang sama,

Ustaz Rahmat selaku pengurus Pondok Pesantren Al-Um menjelaskan bahwa sebagian besar santri yang menimba ilmu di pesantren tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Ia memahami bahwa para orang tua memiliki keinginan untuk mendukung kebutuhan pesantren, tetapi kemampuan ekonomi keluarga tidak selalu memungkinkan.

Situasi semakin sulit ketika musim kemarau berkepanjangan menyebabkan sumber air yang tersedia semakin terbatas. Bahkan, penampungan air hujan yang biasanya dimanfaatkan saat musim penghujan kini turut mengering.

“Kami memahami kondisi para orang tua santri. Mereka tentu ingin membantu pesantren, tetapi keadaan ekonomi setiap keluarga berbeda-beda. Sementara itu, selama musim kemarau ini, kami mengalami kesulitan mendapatkan air. Penampungan air hujan yang biasanya kami gunakan pun sekarang sudah kering,” jelas Ustaz Rahmat.

Ia menambahkan, keterbatasan air bersih turut memengaruhi aktivitas para santri. Sebagian santri yang rumahnya relatif dekat terpaksa menjalani kegiatan belajar dengan pulang pergi, bukan menetap di pesantren, karena kondisi yang belum memungkinkan.

Oleh karena itu, dimulainya pembangunan sumur bor dan MCK menjadi kabar yang membahagiakan bagi pengurus pesantren, santri, dan wali santri.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, serta Permata Bank Syariah yang telah berkolaborasi membantu pesantren kami. Semoga pembangunan ini membawa manfaat jangka panjang bagi para santri dan masyarakat, serta menjadi amal kebaikan yang dibalas Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pahala berlipat ganda,” ungkapnya.

 

ADi