Bungas Banten, TANGERANG SELATAN – Proyek galian Saluran Kabel Tegangan Menengah 20 KV di Jalan BSD Grand Boulevard, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Temuan ini disorot LSM Komando Demokrasi Masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu 11/07/2026, para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri lengkap seperti helm, rompi, sepatu safety, dan sarung tangan.
Selain itu, jarak antar lubang galian di lokasi juga terlihat sangat rapat, tidak lebih dari dua meter. Kondisi ini menyerupai metode Open Cut yang rawan memicu risiko longsor, tersengat kabel bawah tanah, hingga gangguan lalu lintas.
Proyek tersebut diketahui dilaksanakan oleh PT. PERMATA AGUNG JAYA di bawah pengawasan PLN UP3 Serpong.
Ketua Umum LSM KDM, Septrian, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menilai perusahaan BUMN seharusnya menjadi contoh dalam penerapan SOP.
”Penerapan K3 pada pekerja galian itu wajib, tidak toleransi karena menyangkut keselamatan nyawa baik pekerja maupun terhadap lingkungan. Saya heran PT PLN Persero perusahaan BUMN tapi tidak taat terhadap aturan,” ujar Septrian saat ditemui di lokasi, Selasa 14/06/2026.
Lebih lanjut Septrian menduga ada dua faktor yang menyebabkan lemahnya pengawasan K3 di lapangan. Pertama, pengawas dari PLN UP3 Serpong tidak serius. Kedua, adanya rasa segan terhadap vendor pelaksana.
”Kenapa para pekerja tidak memakai APD di pekerjaan galian tersebut? Mungkin pengawas PLN atau pelaksana tidak serius, atau juga pihak PLN sendiri merasa takut atau segan terhadap vendor. Ini hanya dugaan,” tegasnya.
Septrian menambahkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat somasi untuk PLN UP3 Serpong. Surat tersebut juga akan ditembuskan ke PLN UID Banten dan Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo.
”Saya akan layangkan surat somasi untuk PLN UP3 Serpong tembusannya ke PLN UID Banten dan PLN Pusat agar ke depan PLN bisa lebih tegas berikan sanksi terhadap para vendor yang tidak mengindahkan SOP pada pekerjaan galian kabel SKTM,” tutupnya.
Upaya konfirmasi kepada pihak PLN UP3 Serpong melalui WhatsApp telah dilakukan beberapa kali, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan. Pihak PT. PERMATA AGUNG JAYA selaku pelaksana juga belum memberikan klarifikasi terkait penerapan K3 di proyek tersebut.
REPORTER: TIM/HJ







