Bungas Banten, PANDEGLANG – Komitmen membangun kebersamaan dan menjaga kerukunan di tengah kemajemukan masyarakat kembali ditunjukkan Karang Taruna Desa Cikeusik. Organisasi kepemudaan tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Hari Santri Nasional (HSN) ke-10 tingkat Kecamatan Cikeusik tahun 2026 yang dipelopori oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Cikeusik. 15 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Lapangan Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Peringatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ketua Karang Taruna Desa Cikeusik, Bangbang Saripudin, S.Pd., menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh rekan Karang Taruna akan terus berkomitmen berada di barisan MWCNU dan GP Ansor Kecamatan Cikeusik untuk menyukseskan penyelenggaraan Hari Santri Nasional tahun 2026.
Menurut Bangbang, dukungan tersebut bukan semata-mata tentang menyukseskan sebuah acara, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap peran organisasi yang turut menghadirkan manfaat, menjaga keharmonisan, dan menumbuhkan rasa damai di tengah kehidupan masyarakat.
“Dukungan yang mengalir dari Karang Taruna Desa Cikeusik tidak terlepas dari keberadaan MWCNU dan GP Ansor yang bersama-sama telah memberikan banyak manfaat serta menghadirkan rasa kedamaian di tengah-tengah masyarakat yang majemuk,” ungkap Bangbang.
Ia menambahkan, Karang Taruna Desa Cikeusik akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki semangat menjaga kedamaian, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan cinta dan kasih sayang di tengah masyarakat.
“Bagi kami, sudah sepatutnya kita berjalan bersama dengan siapa pun yang membawa kebaikan, menebarkan kedamaian, dan memperkuat persatuan. Kami akan terus berkolaborasi tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun budaya. Perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan kekuatan untuk saling mengenal, menghormati, dan menguatkan,” tegasnya.
Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Karena itu, Karang Taruna tidak hanya diharapkan hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga mengambil peran dalam merawat kerukunan, memperkuat solidaritas, dan membangun hubungan harmonis antarelemen masyarakat.
Dukungan terhadap MWCNU dan GP Ansor dalam penyelenggaraan Hari Santri Nasional ini sekaligus menjadi wujud komitmen Karang Taruna Desa Cikeusik untuk terus bergerak bersama organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lainnya demi terciptanya kehidupan sosial yang damai dan penuh kepedulian.
Sementara itu, Ustad Havid Yusup, S.Pd.I., selaku Ketua Panitia Penyelenggara Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Cikeusik, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Karang Taruna Desa Cikeusik atas dukungan serta komitmen yang diberikan.
Ia menyampaikan bahwa keterlibatan Karang Taruna sebagai bagian dari masyarakat tuan rumah merupakan unsur penting dalam membangun kebersamaan dan menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional tahun 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Karang Taruna Desa Cikeusik yang telah menunjukkan komitmen untuk mendukung penyelenggaraan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Cikeusik tahun 2026. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ustad Havid.
Ia juga menegaskan bahwa panitia akan terus menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan HSN tahun ini.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh panitia penyelenggara, tetapi juga oleh dukungan, partisipasi, dan semangat gotong royong dari seluruh pihak yang terlibat.
Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2026 di Kecamatan Cikeusik diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai keislaman, nasionalisme, toleransi, dan kepedulian sosial.
Pada akhirnya, semangat Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan para santri, tetapi juga melanjutkan nilai pengabdian, menjaga persaudaraan, dan merawat kedamaian di tengah keberagaman bangsa.
Karang Taruna Desa Cikeusik bersama MWCNU, GP Ansor, panitia, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berjalan beriringan, karena persatuan tidak dibangun dengan memperbesar perbedaan, melainkan dengan merawat rasa saling menghormati dan bekerja bersama untuk kebaikan bersama” pungkas Ustadz Hafid”
(Eri Piatna)






