Bungas Banten, PANDELANG – DPC Kesti TTKKDH kecamatan Saketi adakan gelar ritual keceran sekaligus peupeuhan Pamulas serta penerapan Kelid Tjimande seusai pertalekan , tepatnya di kampung Mendot RT 07/02 desa Wanagiri kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Sabtu (21 /9/2024) kemarin
Hadir Pj Kades Wanagiri Rasik, SE.MM ” Sekdes Wanagiri Cacu Nursamsu ” para kasepuhan, tokoh masyarakat RT, RW, Sekjen DPD TTKKDH Pandeglang Empud Pudori juga ketua DPC TTKKDH Menes berserta anggota, DPC TTKKDH Cisata beserta anggota, ketua DPC TTKKDH Panimbang juga tamu undangan lainnya
” Didalam acara ini ada beberapa mata acara, sala satunya sirsilah arwah para almarhum guru-guru Tjimande dan sambutan-sambutan sambutan Pj Kades dan sambutan ketua Padepokan Satria Mande Muda
Pj Kades Wanagiri Rasik ” dalam kata sambutannya , menyampaikan bahwa acara kegiatan keceran ini sangatlah mendukung ” Karena ini adalah budaya turun temurun warisan nenek moyang para Karuhun sekaligus guru -guru Tjimande yang telah tiada dan mewariskan kepada kita, sebagai pelaku seni budaya, untuk anak cucunya ” Insya Allah kita bisa mempertahakan budaya ini “,tuturnya
” Endik Sukardi Ketua Padepokan Satria Mande Muda, sekaligus ketua DPC Kesti TTKKDH kecamatan Saketi ” Mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh tamu undangan, juga kepada keluarga sepertalekan ,yang sudah memenuhi undangan ” Saya dan mohon di maafkan atas segala kerungan dari segi jamuan dan tempat, yang sederhana
Juga beliau langsung memaparkan isi pertalekan agar bisa di pahami dan di mengerti oleh semua kalangan, agar jangan sampai gagal paham, talek adalah sala satu sumpah yang harus di ta’ati dalam perguruan Tjimande ” kalau kita jadi pesilat Tjimande mengingat sumpah tersebut bukan janji terhadap guru atau ketua padepokan melainkan sumpah janji kepada Allah SWT yang di sebut sumpah setia Tjimande
Agar penganut ajaran Tjimande jangan sampai melanggar hukum sara negara dan agama, dan ini tidak main -main ” Kalau kita melanggar tinggal tunggu akibatnya , itulah pertalekan ” pungkasnya
REPORTER : UDIN JUHENDI







