Koramil Cikeusik Bersama Persit, MWCNU, Cybernet Foundation, TRC BPBD-PK dan BAZNAS Salurkan 24.000 Liter Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang

Pandeglang16 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Di tengah krisis air bersih akibat kemarau panjang tahun 2026, Koramil 0116/Cikeusik bersama sejumlah organisasi dan lembaga sosial berkolaborasi menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 24.000 liter kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (12 Oktober 2026).

Kegiatan kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Danramil 0116/Cikeusik Kapten Inf Purgiarto ini melibatkan Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 17/Cikeusik Cabang XXXIII Kodim 0601/Pandeglang, MWCNU Cikeusik, Cybernet Foundation, TRC BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, serta BAZNAS Kabupaten Pandeglang.

 

Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian tidak mengenal batas organisasi, profesi, maupun latar belakang. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, kebersamaan menjadi kekuatan utama untuk menghadirkan bantuan yang benar-benar dibutuhkan warga.

Penyaluran 24.000 liter air bersih tersebut dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Cikeusik. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang selama berbulan-bulan menghadapi keterbatasan sumber air akibat kemarau panjang yang melanda.

Kapten Inf Purgiarto menyampaikan bahwa hingga saat ini masyarakat di wilayah Kecamatan Cikeusik masih menghadapi krisis air bersih. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

“Atas nama Koramil 0116/Cikeusik, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Bantuan ini bukan hanya tentang air bersih, tetapi juga tentang kebersamaan dan kehadiran kita untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ungkap Kapten Inf Purgiarto.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi sosial, komunitas, dunia usaha, dan para dermawan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam membantu warga yang membutuhkan.

“Jangan menunggu harus menjadi orang besar untuk bisa membantu sesama. Apa yang kita miliki, sekecil apa pun, akan sangat berarti apabila diberikan dengan ikhlas. Mari kita bergandengan tangan, karena persoalan masyarakat bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kepedulian kita bersama,” tambahnya.

Di lokasi kegiatan, Alvaro, relawan Cybernet Foundation yang turut terjun langsung dalam penyaluran bantuan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kecamatan Cikeusik yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak cukup hanya menjadi bahan pembicaraan. Diperlukan tindakan nyata, kerja sama, dan komitmen berkelanjutan agar masyarakat yang terdampak dapat terbantu.

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Cybernet Foundation kepada masyarakat Cikeusik. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga. Ke depan, kami akan terus berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu mendapatkan air bersih,” ujar Alvaro.

Sementara itu, Eneng Juheti, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 17/Cikeusik, mengungkapkan rasa syukur karena pada kegiatan tersebut pihaknya bersama unsur lainnya dapat menyalurkan sebanyak 24.000 liter air bersih untuk masyarakat di beberapa kampung dan desa di wilayah Kecamatan Cikeusik.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa ikut berbagi dan membantu masyarakat yang sedang mengalami krisis air bersih. Ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai istri-istri prajurit kepada masyarakat di wilayah Cikeusik. Mudah-mudahan bantuan ini membawa manfaat dan sedikit meringankan kesulitan warga,” tuturnya.

Kehadiran anggota Persit dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan bahwa semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk aksi sosial, termasuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

Di tengah upaya penyaluran bantuan, kisah perjuangan warga untuk memperoleh air bersih menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Ibu Ineng, salah seorang warga Kampung Leuwi Gede, Desa Sumur Batu, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat.

Ia menuturkan bahwa warga di kampungnya masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa membeli air dengan harga sekitar Rp5.000 per galon. Biaya tersebut cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

 

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami. Air bersih memang sangat kami butuhkan. Selama kemarau ini, mendapatkan air bukan perkara mudah. Kalau harus membeli setiap hari, tentu terasa berat bagi kami. Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus berlanjut sampai kondisi kembali membaik,” ungkapnya.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses penyaluran bantuan air bersih berlangsung dengan semangat kebersamaan dan kepedulian. Personel dan relawan dari berbagai unsur terus bergerak untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan bahkan berlangsung hingga larut malam.

Di tengah kondisi kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, kolaborasi ini menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan dapat dihadapi bersama melalui kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata.

Krisis air bersih di Kecamatan Cikeusik bukan hanya menjadi persoalan warga yang terdampak, melainkan panggilan bagi semua pihak untuk ikut peduli sesuai kemampuan masing-masing. Sebab, kepedulian tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan.

(Eri Piatna)