Meriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kampung Cimerak Girijaya Saketi

Pandeglang31 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kampung Cimerak RT 03/RW 01, Desa Girilaya, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, berlangsung meriah dan penuh khidmat, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang pelestarian seni budaya tradisional yang keberadaannya kini semakin jarang ditemui. Salah satu kesenian yang ditampilkan dalam acara tersebut adalah Zikir Saman, yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat

Example 1500x60
Example 1500x60

Kampung Cimerak.

Panitia Maulid bersama masyarakat sengaja menghadirkan dua tim Zikir Saman untuk memeriahkan rangkaian kegiatan.

Tim pertama, Kencana Biru, berasal dari Kampung Kadu Ketug, Desa Batu Ranjang, Kecamatan Cipeucang.

Sementara tim kedua, Sinar Muda, berasal dari Kampung Kubang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran.

Kehadiran kedua kelompok tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Selain memberikan nuansa religius dan kebersamaan, pertunjukan Zikir Saman juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesenian tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

Ketua panitia, Ulung, menyampaikan bahwa masyarakat Kampung Cimerak sangat antusias mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud kebersamaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi sekaligus menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Kami bersama panitia sengaja mengundang dua tim Saman agar kegiatan Maulid semakin meriah sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam menjaga seni budaya tradisional,” ungkap Ulung.

Sementara itu, Ketua Rombongan Zikir Saman Kencana Biru, Abah Enja, menjelaskan bahwa Zikir Saman merupakan salah satu seni budaya tradisional yang memiliki nilai religius dan sejarah panjang di tengah masyarakat.

Namun, perkembangan zaman membuat kesenian tersebut semakin jarang ditampilkan sehingga dikhawatirkan keberadaannya semakin tergerus.

Menurut Abah Enja, keterlibatan masyarakat dalam menghadirkan dan menyaksikan kesenian Saman merupakan langkah positif dalam mempertahankan warisan budaya.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang masih memberikan ruang kepada seni Saman untuk tampil. Kesenian seperti ini harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” jelas Abah Enja.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kampung Cimerak akhirnya tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara nilai-nilai spiritual, kebersamaan masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.

Semangat tersebut diharapkan dapat terus tumbuh sehingga tradisi keagamaan dan seni budaya warisan leluhur tetap hidup serta memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.

REPORTER:SS MUNANDAR (ABI)

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60