Bungas Banten, KOTA CILEGON – Pendiri media dan penggagas, Jurnalis Tv Banten Mahesa Apriandi, resmi menyatakan kesiapan dirinya untuk maju dalam bursa pencalonan Ketua periode mendatang.
Mahesa menyebut langkah tersebut lahir dari kegelisahannya melihat masih banyak pelaku usaha lokal di Kota Cilegon yang belum mendapatkan ruang besar di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri nasional yang berada di wilayah tersebut.
Menurutnya, Kota Cilegon sebagai kota industri dan pintu gerbang ekonomi nasional memiliki potensi luar biasa untuk melahirkan pengusaha lokal yang kuat dan mandiri. Namun hingga saat ini, kata dia, masih terdapat kesenjangan antara industri besar dengan pengusaha lokal, khususnya dalam akses kerja sama usaha, distribusi proyek, pengembangan SDM, hingga jaringan bisnis nasional.
“Saya melihat Kota Cilegon punya kekuatan industri yang sangat besar. Tapi di sisi lain, masih banyak pengusaha lokal yang merasa belum mendapatkan ruang maksimal. Kadin harus hadir menjadi jembatan antara industri besar dengan pengusaha daerah,” ujar Mahesa Apriandi, Selasa (19/5/2026).
Mahesa menilai organisasi Kadin ke depan tidak cukup hanya menjalankan agenda formal dan seremoni kelembagaan. Menurutnya, Kadin harus berubah menjadi organisasi modern yang aktif membangun ekosistem bisnis, memperkuat daya saing pengusaha lokal, serta membuka akses kemitraan hingga tingkat nasional.
Ia mengaku selama ini telah membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai sektor usaha di tingkat nasional, mulai dari media nasional, industri kreatif, event organizer, perusahaan digital, jasa publikasi, pelaku UMKM, hingga komunitas bisnis lintas daerah.
Jaringan tersebut, kata Mahesa, menjadi modal penting untuk membantu membuka peluang kolaborasi usaha bagi pelaku bisnis di Kota Cilegon, khususnya generasi muda dan pengusaha lokal yang ingin berkembang lebih luas.
“Saya ingin Kadin menjadi organisasi yang benar-benar bekerja untuk anggotanya. Pengusaha lokal jangan hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Harus ada keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal agar mereka bisa tumbuh dan naik kelas,” katanya.
Selain aktif di dunia media dan komunikasi publik, Mahesa dikenal aktif mengembangkan promosi digital, dokumentasi event, branding perusahaan, publikasi media sosial, hingga penguatan jaringan informasi publik di wilayah Banten.
Ia menilai perkembangan teknologi digital harus menjadi perhatian serius dunia usaha di Kota Cilegon. Menurutnya, banyak pelaku usaha lokal yang memiliki potensi besar namun masih lemah dalam promosi, branding, dan akses pemasaran digital.
Karena itu, jika dipercaya memimpin Kadin Kota Cilegon, Mahesa mengaku akan mendorong program transformasi digital bagi pengusaha lokal melalui pelatihan media digital, penguatan promosi online, pengembangan konten usaha, hingga koneksi pemasaran berbasis platform digital.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman. Pengusaha sekarang tidak cukup hanya mengandalkan cara konvensional. Harus bisa masuk ke dunia digital, media sosial, branding online, dan jaringan bisnis modern,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Mahesa juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi, transparansi, dan komunikasi sehat antara dunia usaha dengan pemerintah daerah maupun industri besar.
Ia menilai dunia usaha membutuhkan iklim investasi yang sehat, terbuka, dan profesional agar pengusaha lokal memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang.
Menurutnya, Kadin harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjadi wadah aspirasi pengusaha lokal dalam menyampaikan berbagai persoalan di lapangan.
“Kadin harus independen, profesional, dan benar-benar memperjuangkan kepentingan pengusaha. Harus mampu menjadi solusi, bukan hanya simbol organisasi,” tegasnya.
Dalam visinya, Mahesa juga ingin mendorong lahirnya pengusaha muda baru di Kota Cilegon melalui kolaborasi antara dunia industri, komunitas kreatif, media, organisasi kepemudaan, dan dunia pendidikan.
Ia menilai generasi muda Cilegon memiliki potensi besar untuk berkembang di sektor ekonomi kreatif, digital marketing, industri media, jasa kreatif, hingga pengembangan UMKM berbasis teknologi.
“Kita ingin anak-anak muda Cilegon punya keberanian membangun usaha sendiri. Kadin harus membuka ruang pembinaan, pelatihan, koneksi bisnis, sampai akses promosi dan investasi bagi generasi muda,” katanya.
Mahesa juga mengaku dalam waktu dekat akan melakukan silaturahmi dan konsolidasi dengan berbagai pelaku usaha, organisasi profesi, komunitas UMKM, hingga tokoh industri di Kota Cilegon untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kolaborasi menjelang proses pemilihan Ketua Kadin.
Ia berharap ke depan Kadin Kota Cilegon dapat menjadi organisasi pengusaha yang lebih terbuka, progresif, dan mampu membawa pengusaha lokal bersaing di tingkat nasional.
“Cilegon ini kota industri besar. Sudah saatnya pengusaha lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan memiliki kekuatan bisnis hingga tingkat nasional,” tutupnya
REPORTER:HJ







