Bungas Banten, JAKARTA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Lawan Korupsi (GERMALA–K) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU di Jakarta. Aksi tersebut menyoroti dugaan penyimpangan proyek peningkatan jalan Sukawaris–Tanjungan Segmen II di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Kamis, (27/11/2025)
Dalam aksinya, massa menuding proyek senilai Rp.12,27 miliar itu dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) diduga menggunakan pasir laut yang dinilai tidak sesuai standar dan berpotensi merusak konstruksi.
“Aksi ini bukan untuk pesta ataupun berfoto. Ini perlawanan terhadap penjahat anggaran yang merampok uang rakyat,” teriak orator Asep Sunarya di hadapan massa aksi.
Ia juga menuding adanya pembiaran dari pihak pejabat terkait. Mereka menyebut BPJN Banten, Satker Wilayah II Banten, PPK 2.2 serta Kawaslap diduga ikut kongkalikong dalam proyek tersebut. “CV. Sentosa Banten Raya diduga menikmati uang rakyat, sementara para pejabat diam. Kami tidak bisa tinggal diam,” Lanjutnya
Selama aksi berlangsung, massa membawa sejumlah poster empat tuntutan secara resmi di antaranya bertuliskan :
1. Copot Kepala BPJN Banten
2. Copot Kepala Satker Wilayah II Banten
3. Copot PPK 2.2 dan Kawaslap wilayah Banten
4. Putus kontrak dan blacklist CV. Sentosa Banten Raya
Asep menegaskan, pihaknya memberi peringatan keras kepada Kementerian PU. Jika tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, mereka siap kembali dengan massa yang lebih besar.
“Diam itu pengkhianatan. Kalau suara rakyat ini diabaikan, kami akan datang lagi Lebih besar, lebih panas, lebih berani,” Pungkasnya
REPORTER ; RED/Rls







