Bungas Banten, PANDEGLANG – Suasana haru menyelimuti kegiatan takziah 7 hari wafatnya kasepuhan Kebudayaan Seni Silat dan Tari Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH), almarhum Abah Kasan, yang dilaksanakan di Kampung Mendot Girang, Desa Wanagiri, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (6 April 2026).
Kegiatan takziah ini dihadiri oleh perwakilan Kesti TTKKDH dari berbagai kecamatan serta sejumlah padepokan yang turut memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai tokoh sepuh dalam pelestarian seni budaya silat tradisional.
Para peserta takziah bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhum Abah Kasan agar diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta diampuni segala dosa-dosanya.
Kehadiran para perwakilan ini menjadi bentuk solidaritas dan penghormatan atas jasa-jasa almarhum semasa hidupnya dalam menjaga dan mengembangkan budaya Tjimande.
Syahroni, Ketua dari Padepokan Cimuning Jalu Kampung Kadu Lipung, Desa Kalanggunung, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum.
βKami merasa sangat kehilangan sosok Abah Kasan. Beliau adalah panutan dan kasepuhan yang telah banyak memberikan ilmu serta teladan bagi kami semua, khususnya dalam menjaga warisan budaya silat Tjimande,β ujar Syahroni.
Ia juga menambahkan bahwa semangat dan ajaran almarhum akan terus dilanjutkan oleh generasi penerus di berbagai padepokan agar budaya Kesti TTKKDH tetap lestari.
Acara takziah berlangsung dengan khidmat, penuh doa dan kebersamaan, serta menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar anggota dan padepokan Kesti TTKKDH di Kabupaten Pandeglang.
REPORTER: ABI/UJ







