10 Hari Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Gunung Anak Krakatau Dihentikan, Tim SAR Kerahkan 24 Kapal Seluas 8.509 NM² Hasil Nihil

Pandeglang25 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian orang hilang di Perairan Selat Sunda Gunung Anak Krakatau setelah 10 hari pencarian tanpa hasil.

Operasi H+10 dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, pukul 07.00 – 19.00 WIB dari Posko Basarnas Gabungan Marina Lippo Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pada hari ke-10, tim memperluas area pencarian hingga ± 8.509 NM² yang terbagi dalam 10 sektor (Sektor A sampai J) dengan mengerahkan total 24 Unit Matra Laut.

Puluhan armada laut dikerahkan, di antaranya KRI Dewa Kembar, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KN SAR Tetuka, KAL Anyer, KAL Pahowang, serta kapal patroli KP Sanjaya, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, KP URC RHAN, KP 2016, RBB P. Peucang, RIB 02 Lampung, RIB 02 BTN, RIB 02 Banten, RIB Bengkulu, KN Damaru, dan KN Jembio.

Selain Alut laut, tim juga didukung dengan Rescue Car, Truk Personil, Drone Thermal, Palsar Air, Palsar Medis, dan Palsar Komunikasi.

Tim Gabungan terus memperluas sektor pencarian dari hari ke hari. H+1 sebanyak 3 sektor, H+2 5 sektor, H+3 6 sektor, H+4 7 sektor, H+5 6 sektor, H+6 6 sektor, H+7 7 sektor, H+8 5 sektor, H+9 8 sektor, hingga H+10 sebanyak 10 sektor untuk memaksimalkan pencarian.

“Berdasarkan hasil pencarian, koordinasi, dan verifikasi sampai dengan akhir kegiatan, belum ditemukan korban maupun tanda-tanda yang dapat dikonfirmasi berkaitan dengan kapal yang dicari (hasil nihil),” ujar sumber di Posko Basarnas Gabungan Marina Lippo Carita.

Dengan hasil tersebut, pelaksanaan operasi SAR dihentikan karena dari H+1 sampai H+10 tidak menemukan tanda-tanda yang merujuk pada penelusuran korban.

(Sonhaji)