Meriah dan Penuh Semangat, SDN Kota Dukuh 2 Sukses Jadi Tuan Rumah FTBI TK se-Kecamatan Munjul, 23 Sekolah Adu Bakat Lestarikan Bahasa Sunda

Pandeglang13 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Suasana meriah, penuh semangat, dan penuh keceriaan menyelimuti halaman SDN Kota Dukuh 2, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Kamis, 17 September 2026.

Sekolah Dasar Negeri yang terletak di wilayah Kecamatan Munjul tersebut dipercaya dan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kecamatan Munjul tahun 2026.

Festival tahunan yang bertujuan untuk melestarikan Bahasa Ibu tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh sebanyak 23 lembaga TK yang ada di wilayah Kecamatan Munjul. Puluhan peserta didik TK dengan didampingi para guru dan orang tua tampak hadir dengan mengenakan seragam batik khas Sunda yang menambah semaraknya acara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran penting dunia pendidikan di Kecamatan Munjul, di antaranya Korwil Pendidikan Kecamatan Munjul Cecep, S.Pd., Ketua PGRI Kecamatan Munjul Sasa Sujai, S.Pd., Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Munjul Santawijay S.Pd., Pengawas Sekolah Bidang (PSB) Sukaesih, S.Pd., seluruh Kepala Sekolah TK se-Kecamatan Munjul, para dewan juri, guru pendamping, serta seluruh peserta FTBI.

Kepala SDN Kota Dukuh 2 selaku tuan rumah, Tedi Priadi, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, bangga, dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya.

“Kami selaku tuan rumah mengucapkan selamat datang di SDN Kota Dukuh 2. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga dipercaya menjadi tuan rumah FTBI jenjang TK tahun ini. Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami keluarga besar SDN Kota Dukuh 2. Semoga kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu ini menjadi wadah yang efektif dan strategis untuk melestarikan Bahasa Ibu, yaitu Bahasa Sunda, sejak usia dini,” ujar Tedi Priadi, S.Pd., dengan penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa mencintai Bahasa Sunda berarti mencintai jati diri, budaya, dan warisan leluhur Sunda yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Ia berharap melalui FTBI ini, anak-anak TK sejak dini dapat mencintai, bangga, dan terbiasa menggunakan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Korwil dan Ketua PGRI Kecamatan Munjul juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas suksesnya penyelenggaraan FTBI di SDN Kota Dukuh 2 yang berjalan dengan lancar, tertib, dan meriah. Mereka berharap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan ditingkatkan setiap tahunnya untuk menumbuhkan karakter anak yang berbudaya, berakhlak mulia, dan cinta terhadap budaya daerahnya sendiri.

Adapun dalam FTBI TK se-Kecamatan Munjul tahun 2026 ini, terdapat 7 cabang mata lomba Bahasa Ibu yang dipertandingkan untuk menguji bakat dan kemampuan anak-anak TK, yakni:

1. Ngaradongeng – Lomba mendongeng atau bercerita dalam Bahasa Sunda

2. Carpon – Lomba membacakan Carita Pondok (cerita pendek Sunda)

3. Biantara – Lomba pidato menggunakan Bahasa Sunda

4. Borangan / Pupuh – Lomba menyanyikan tembang tradisional Sunda

5. Nulis Sajak – Lomba menulis puisi dalam Bahasa Sunda

6. Ngawih – Lomba menyanyikan lagu-lagu daerah Sunda

7. Aksara Sunda- Lomba menulis dan membaca Aksara Sunda

Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, diharapkan mampu melahirkan tunas-tunas muda generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik dan intelektual, tetapi juga memiliki kecintaan yang tinggi, kebanggaan, dan kepedulian terhadap pelestarian Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda sebagai warisan budaya leluhur yang sangat berharga dan harus terus dijaga sampai kapanpun.

dihimpun Bungas Banten acara berlangsung dengan sangat lancar, tertib, aman, sukses, dan penuh keceriaan. Para peserta didik TK tampil dengan penuh percaya diri, berani, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung untuk menjadi juara dan mengharumkan nama sekolah masing-masing.

(HJ)