Bungas Banten, PANDEGLANG – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 -TGAI) terutama pada Kelompok tani ( Poktan) yang tergabung dalam perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang diterima oleh para petani di desa Sindanghayu, kecamatan Saketi, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten ” patut di pertanyakan ” lantaran ada dugaan Kepala desa Sindanghayu rampas uang program P3 – TGAI ” Juga Poktan hanya di jadikan boneka saja untuk meraup program ” Jelasnya
Seharusnya program ini seyogyanya adalah program pemerintah pusat melalui Kementerian pusat, yang di tunjuk untuk kepentingan rakyat ” terutama kepada Poktan, bahwa program ini bersipat Padat Karya dengan nilai anggaran kurang lebih setiap Poktan mencapai Rp 195 juta.
Maka dari nilai pagu anggaran Rp 195 juta tersebut di duga kuat Oknum Kepala desa Sindanghayu ” telah mengambil alias merampas uang dari bendahara P3A
Saat di konfirmasi ketua Poktan isial CP ” di kediamannya ” ia menerangkan bahwa setelah ia menerima uang melalui bendahara P3A tahap 1 (satu) kira-kira 70 % kurang lebih Rp 145 jutaan ” lantas uang itu di ambil langsung oleh Kepala desa Sindanghayu dari bendahara, ” Saya juga selaku Poktan hanya di kasih uang Rp 1 juta ” oleh Kepala desa Sindanghayu ” sisanya di ambil semua ” Ungkapnya ” Jum’at ( 19 September 2025)
Selain itu juga CPÂ menyampaikan ” bahwa uang yang di bawa oleh Kepala desa Sindanghayu dari bendahara P3A, untuk kebutuhan guna pembelanjaan material ” seperti pembelian batu, pasir dan semen dan untuk memberikan jatah kurang lebih 30 %Â kepada anggota DPR PKB ” tandasnya
” Sampai berita ini di publikasikan Kepala desa Sindanghayu Sa’ad ” saat di konfirmasi lewat pesan WhatsAap ” no komen yang jelas Sindang hayu mah tidak ada ” Kilahnya
REPORTER : WA2NÂ







