Bungas Banten, KOTA SERANG – Hampir sepuluh tahun, Aminah (45 tahun) menempati rumah yang terbuat dari kayu dengan dinding berbahan triplek dan bilik serta beratapkan asbes ditemani bersama tiga anaknya.
Sepeninggal suaminya enam tahun lalu, perekonomian keluarga janda tersebut semakin terpuruk, Aminah mengaku sangat keberatan untuk menyekolahkan anak-anaknya, karena untuk makan sehari-hari menggantungkan bantuan kepada warga, seperti mencucikan pakaian warga dan lainya
“Alhamdulillah untuk makan sehari-hari ada dari warga yang saya bantuin, baik nyuci baju, nyetrika dan lainya,” Ungkap Aminah saat ditemui dikediamannya. Kamis (04/12/2025).
Dari pantauan media di dampingi Ketua RT setempat di lokasi, rumah yang berlokasi di Lingkungan Gadaraha RT. 011 RW. 004, Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten tersebut sebagian masih berlantai tanah dan kondisinya hampir roboh
Menanggapi kondisi yang memprihatinkan tersebut, ketua RT. 011, Sarip sangat menyayangkan kurang pekanya pemerintah setempat, khususnya Pemkot Serang karena banyak cara untuk membantu rehab rumah yang hampir roboh tersebut.
“Seandai pemerintah itu peka, dengan kondisi keluarga yang rumahnya tidak layak huni, bisa masuk program bedah rumah atau rutilahu,” kata ketua Rt tersebut menegaskan.
Sarip berharap adanya kepedulian dan bantuan pihak terkait untuk membangun rumah ibu Aminah yang kondisinya sangat memperihatinkan. Harapnya
Sementara itu Kepala Kelurahan Cipete,Edi Junaedi saat di komfirmasi, mengaku akan memberikan informasi kondisi Ibu Aminah yang seorang janda yang mengalami kesulitan ekonomi dan rumahnya tidak layak huni kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang
“Insyaallah saya akan berkomunikasi dengan pihak terkait, agar pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan segera mengajukan bantuan bedah rumah kepada Pemkot Serang” Ungkapnya
“Mudah-mudah Pemkot Serang dapat memberikan bantuan agar rumah Ibu Aminah segera di perbaiki dan bisa layak di tempati bersama anak anaknya dengan nyaman, sehingga tidak takut akan sesuatu hal yang tidak di inginkan.” Harap Lurah Edi Junaedi
REPORTER : RED







