Bungas Banten, KOTA SERANG – Pemerintah Kelurahan Kilasah Kota Serang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) PKK dan Posyandu yang dilaksanakan di aula Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten pada Rabu, (17/12/2025)

Kegiatan ini merupakan upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap penyakit tidak menular, salah satunya program inovasi ramuan untuk tensi sendiri (Rustandi), guna menekan jumlah penderita hipertensi pada masyarakat agar hidup lebih sehat
Bimtek ini dihadiri oleh Lurah Kilasah, Naoval, Pemateri dari Puskesmas Kilasah Ratu Fitriani Istiqomah, M.K.M, Koordinator Posyandu Kelurahan Kilasah Nurhalimah, Bidan Kelurahan Kilasah, Kader PKK dan Posyandu se-Kelurahan Kilasah
Ratu Fitriani Istiqomah, M.K.M selaku Pemateri dari Puskesmas Kilasah kepada wartawan menyampaikan, bahwa pemateri kegiatan ini adalah guna penanggulangan dan pencegahan penyakit tidak menular
Pemateri pada kegiatan Bimtek ini adalah, untuk menanggulangi dan mencegah penyakit tidak menular di wilayah Kelurahan Kilasah, salah satunya memberikan inovasi yaitu ramuan untuk tensi sendiri (Rustandi), sehingga semua kader dan masyarakat akan lebih perhatian terutama penyakit tidak menular namun membahayakan dan memiliki dampak yang lebih besar terhadap kehidupan yang akan datang. Ujarnya
Menurut Ratu, melalui program inovasi Rustandi dapat menekan jumlah penderita hipertensi
Lanjut Ratu, melalui program Rustandi, dapat mencegah penderita hipertensi, dengan cara sadar terhadap diri sendiri dimulai dari rumahnya untuk mengolah ramuan dan jenis obat lainnya yang dapat menurunkan tensinya, sehingga tekanan darahnya dapat terkontrol dan hidup lebih sehat. Pungkasnya
Sementara itu Nurhalimah, Koordinator Posyandu Kelurahan Kilasah mengatakan, bahwa kader PKK dan Posyandu kinerjanya harus saling kerja sama yang baik
“Kader PKK dan Posyandu itu harus saling kerja sama yang baik. karena kinerja PKK dan Posyandu meliputi 6 bidang SPM, yaitu :
1. Kesehatan: Pelayanan dasar kesehatan (KIA, gizi, P2P), seperti penimbangan balita, konseling, dll..
2. Pendidikan: Layanan pendidikan dasar, seperti PAUD, literasi, dan peningkatan kapasitas warga.
3. Pekerjaan Umum (PU): Layanan terkait infrastruktur dasar, seperti sanitasi air bersih, persampahan, dll
4. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkimtan): Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni       (RTLH) dan pengembangan lingkungan permukiman layak.
5. Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas): Layanan keamanan lingkungan, ketertiban, dan perlindungan warga.
6. Sosial: Bantuan sosial, penanganan fakir miskin, lansia, disabilitas, dll. (sembako, dll.)
Nurhalimah menambahkan, karena tugas kader itu makin bertambah banyak, yakni melayani siklus hidup, yaitu mulai dari melayani balita, lansia bahkan kejadian disekitar lingkungan, seperti rumah roboh atau RTLH dan masih banyak lainnya termasuk masyarakat yang tidak mempunyai BPJS Kesehatan Gratis (BPJS PBI)
Kemudian, setelah melakukan pelayanan hasilnya dilaporkan dan diinput ke sistem melalui aplikasi e-PPGBM (elektronik- Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), yaitu aplikasi berbasis web yang digunakan di Posyandu untuk merekam data individu dan hasil penimbangan balita, serta mengolah data tersebut menjadi status gizi secara cepat dan akurat. Imbuhnya
REPORTER : RED







