Bungas Banten, CILEGON – Meski pihak kepolisian telah menyatakan, bahwa kepulan asap yang sempat muncul di kawasan pabrik PT. Vopak Indonesia pada Sabtu, (31/1/2025) kemarin bukan berasal dari kebocoran tangki maupun pipa, melainkan akibat proses pembersihan pipa, namun hal tersebut sangat disayangkan ada sekitar 48 orang korban warga Cikuasa dan warga Gerem harus dilarikan ke pelayanan kesehatan sekitar (puskesmas) yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, seperti pusing, mual, hingga muntah-muntah dan sesak napas. Senin, (2/2/2026)
Atas insiden tersebut BPPKB Kota Cilegon di bawah komando H. Suhaemi, angkat bicara “sangat disayangkan kejadian di PT. Vopak yang menelan korban, yang tak lain adalah warga sekitar
“Sangat menyayangkan, sehingga Walikota Cilegon turun dan semua instansi turun, bahkan jajaran aparat kepolisian pun diterjunkan dilokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan, dan hasil sementara menyatakan, bahwa kepulan asap yang sempat muncul di kawasan pabrik PT. Vopak Indonesia bukan berasal dari kebocoran tangki maupun pipa, melainkan akibat proses pembersihan pipa
BPPKB Kota Cilegon berharap PT. Vopak agar lebih peduli terhadap masyarakat
“Berharap, bukan hanya bertanggung jawab hal pengobatan disaat kejadian kemarin, tapi PT. Vopak lebih peduli terhadap masyarakat sekitar, terutama kepada korban yang mengalami gangguan kesehatan, seperti pusing, mual, gatal-gatal, bahkan muntah-muntah dan sesak napas, sehingga sekitar 48 orang dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan. ujarnya
Selain itu menurut H.Suhaemi, pihak pemerintah dan juga aparat kepolisian minta usut tuntas
Atas kejadian yang terjadi di PT. Vopak, kepada pihak pemerintah dan aparat kepolisian kami minta untuk diusut tuntas, agar dikemudian hari tidak terulang kembali dan ada kontribusi terhadap warga sekitar untuk saling sinergi. tandasnya
Jika PT. Vopak tidak peduli terhadap warga masyarakat, BPPKB Kota Cilegon bersama masarakat akan mengerahkan masa. tutupnya
REPORTER : RED







