Bungas Banten, PANDEGLANG – Endus adanya dugaan korupsi dalam pembebasan lahan tol di Kecamatan Bojong Pandeglang, khususnya pada tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan lahan. Organisasi kemasyarakatan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (Bppkb) Dpc Pandeglang dan Juga Satgas DPD Bppkb Banten bersama Tokoh Masyarakat Bojong Rencana akan menggelar audiensi ke Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN Banten). Rabu (29/4/2026).
‎Audiensi tersebut akan membahas persoalan pembebasan lahan SDN Cijakan 2 Kecamatan Bojong Pandeglang – Banten, yang sampai saat ini belum ada relokasi padahal bangunan sebelah kanan kirinya sudah dibongkar sehingga ini berdampak pada kegiatan Belajar Siswa bahkan dapat mengancam jiwa siswa.
Ketua Dpc Bppkb Pandeglang, Ahmad Khotib, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah SDN Cijakan 2 serta tokoh masyarakat Bojong terkait adanya permassalah dengan PPK Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol Serang – Panimbang dan pihaknya juga sudah mengkoordinasikan hal ini secara persuasif dengan PPKnya namun sampai saat ini belum ada tanggapan, sehingga kami akan melakukan audiensi ke Bpjn Banten kerena memang PPK tersebut berasal dari Bpjn Banten.
“Kenapa kami mengendus adanya dugaan korupsi, karena proyek dari tahun 2023 ini Pembebasan lahanya belum selesai seharusnya saat ini sudah beres dan tidak ada hal – hal seperti ini. Oleh karena itu kami mengirim surat untuk melakukan audensi,” ungkapnya.
Sementara Satgas DPD Bppkb Banten H Ending Komarudin mengatakan benar pihaknya sudah membuat surat permohonan Audiensi ke BPJN Banten tepatnya pada hari selasa tanggal 5 Mei 2026, serta sudah menembuskan ke beberapa instansi diantaranya:
H Ending juga menyampaikan dengan adanya Audiensi ini semoga kita segera mengetahui akar permasalahannya.
“Selain sarana umum ini juga menyangkut masalah pendidikan dan nyawa maka kami dari ormas Bppkb akan memperjuangkan permasalahan ini sampai tuntas supaya tidak menganggu aktivitas siswa saat belajar,” ungkapnya.
Sementara itu untuk tim PPK pengadaan lahan belum bisa di hubungi.
REPORTER:RED
‎







