Bungas Banten, PANDEGLANG – Menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir, PT Surveyor Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Yayasan Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) menggelar aksi nyata bertajuk ‘Pesisir Berdaya Lestari’.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat dan keberlanjutan ini dipusatkan di Pantai Ketapang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (18/06/2026) untuk membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Aksi ini tidak hanya berfokus pada pelestarian ekosistem, namun juga melibatkan sinergi lintas sektor dengan merangkul pihak sekolah, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan model ekosistem pesisir yang tidak hanya indah secara alami, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi warga Desa Sukarame.
Rektor UMN, Ir. Andrey Andoko, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa kehadiran UMN dalam kegiatan ini merupakan manifestasi dari peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Menurutnya, inovasi dan keberlanjutan harus berjalan beriringan.
“Program Pesisir Berdaya Lestari ini adalah bentuk komitmen UMN dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa apa yang dilakukan di Pantai Ketapang tidak sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola potensi wilayahnya secara mandiri dan berkelanjutan,” kata dia.
Lewat kegiatan tersebut, lanjutnya, UMN kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga turut membantu fasilitas sekolah dasar dengan membuat toren air di sekolah dan pembagian ratusan buku.
“Sebagai universitas kan punya Tri Dharma. Pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ini adalah salah satu program pengabdian masyarakat UMN. Nah, program pengabdian masyarakat UMN sekarang ini memilih tema keberlanjutan atau sustainability, di mana programnya salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat di mana di satu tempat ada potensi ekonomi, itulah yang kemudian kami coba angkat untuk meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat,” terangnya.
Sementara PT Surveyor Indonesia (Persero) sebagai inisiator, berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan sosial.
Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Surveyor Indonesia (Persero), Martyanto Tedjo Purnomo berharap, melalui kolaborasi ini Desa Sukarame dapat menjadi model bagi desa pesisir lain di Banten dalam mengelola kawasan wisatanya secara bertanggung jawab.
“Kami bisa mendapatkan social license to operate dengan adanya program-program ini. Dan program ini keberlanjutannya kami rasa cukup bagus karena saat ini kami berkoordinasi dan juga berkolaborasi dengan UMN, sehingga harapannya nanti dengan kami dan UMN ini melaksanakan tanggung jawab terkait dengan sosial dan lingkungan, programnya bisa berdampak hebat untuk masyarakat,” ungkap dia.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya memberikan bantuan 35 rak, dengan satu rak terdapat sekitar ada 20 terumbu.
Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Provinsi Banten. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten, Eli Susiyanti menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pembangunan pariwisata Banten yang berbasis pada pelestarian alam.
“Pemerintah Provinsi Banten sangat mendukung inisiatif yang diinisiasi oleh PT Surveyor Indonesia dan UMN ini. Pantai Ketapang adalah salah satu mutiara tersembunyi di Carita. Dengan adanya keterlibatan akademisi, sektor industri, serta yayasan KABL, kita sedang membangun fondasi bagi pariwisata yang tidak hanya menjual keindahan, tapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem bawah laut bagi generasi mendatang,” katanya.
Kegiatan ini mencakup serangkaian aksi konservasi, termasuk edukasi lingkungan kepada masyarakat desa, pembersihan area pesisir, serta penanaman kesadaran pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang yang menjadi tulang punggung ekonomi pariwisata lokal.
Sementara, Ketua KABL, Arip mengatakan, teknis konservasi dilakukan secara terukur dan saintifik. Pihaknya juga memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem Pantai Ketapang.
“Kegiatan Pesisir Berdaya Lestari bukan sekadar aksi, melainkan gerakan bersama untuk menjaga warisan alam Indonesia,” pungkasnya
REPORTER:AGUS







