Akhirussanah dan Istifalan Yayasan Al Mukmin Leuwi Muja 2025/2026, Cetak Generasi Tangguh dan Menginspirasi untuk Masa Depan

Pandeglang19 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Yayasan Pondok Pesantren Terpadu Al Mukmin Leuwi Muja yang berlokasi di Desa Sukasenang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menggelar kegiatan Akhirussanah, Pelepasan Siswa Akhir MDTA, MTs dan MA, Kenaikan Kelas serta Istifalan Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Tangguh dan Menginspirasi untuk Masa Depan.”

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya Mulyadi selaku Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, perwakilan PCNU Kecamatan Cikeusik, mail selaku kepala desa Sukasenang ,Sertu Eri Piatna selaku Babinsa Koramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, para tokoh agama, tokoh masyarakat, wali murid, wali santri, serta para undangan lainnya.

Example 1500x60
Example 1500x60

Dalam sambutannya, Mulyadi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru, ustaz, ustazah, dan pengurus Pondok Pesantren Terpadu Al Mukmin yang selama ini terus berjuang mencerdaskan generasi bangsa di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi para guru, ustaz dan ustazah serta pengurus pondok pesantren yang terus berjuang mendidik anak-anak bangsa. Walaupun berada di pelosok dan memiliki keterbatasan fasilitas, semangat dan dedikasi yang ditunjukkan sangat luar biasa. Anak-anak jangan pernah minder, karena kesempatan kalian sama dengan anak-anak di luar sana untuk meraih cita-cita dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” ujar Mulyadi. Kamis 18 Juni 2026

Sementara itu, dalam tausiyahnya, pimpinan Yayasan Al Mukmin mengajak seluruh santri dan santriwati untuk meneladani perjuangan para nabi serta orang-orang saleh dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Beliau mencontohkan kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT mampu bertahan hidup di tengah gurun pasir yang tandus hingga akhirnya Allah menghadirkan mukjizat berupa air Zamzam di samping Nabi Ismail AS.

Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang lahir dalam keadaan yatim di lingkungan yang penuh keterbatasan, namun Allah SWT mengangkat derajat beliau menjadi manusia paling mulia dan pembawa risalah Islam bagi seluruh alam.

“Jangan pernah minder karena berasal dari pelosok atau dari pondok pesantren yang sederhana. Yakinlah bahwa Allah SWT mampu mengangkat harkat dan martabat siapa saja yang mau berusaha, belajar, dan berdoa. Kelulusan ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk melanjutkan perjuangan yang lebih besar dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita,” pesannya kepada para lulusan.

Pada kesempatan yang sama, Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik, turut memberikan apresiasi atas perjuangan yang telah dilakukan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Terpadu Al Mukmin.

Menurutnya, dirinya merupakan salah satu saksi hidup yang melihat langsung bagaimana perjuangan pimpinan yayasan, para ustaz dan ustazah dalam membangun serta mempertahankan kegiatan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.

“Saya melihat sendiri bagaimana perjuangan para pengurus pondok, ustaz dan ustazah yang tetap semangat mengajar meskipun fasilitas terbatas. Bahkan saat musim hujan, tempat belajar sering terdampak banjir. Namun semangat belajar para santri dan siswa tidak pernah surut. Ini merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh siswa dan santri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya maupun yang naik ke jenjang berikutnya.

Dalam kegiatan Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026 tersebut, sebanyak 37 siswa dan santri dari jenjang MDTA, MTs dan MA dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta terus mengembangkan potensi diri demi masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, prosesi pelepasan siswa akhir, pemberian penghargaan, serta penampilan kreasi santri yang menambah semarak suasana. Meskipun dilaksanakan dalam suasana sederhana, acara berlangsung penuh haru, kebanggaan, dan semangat untuk terus melahirkan generasi yang tangguh, berakhlak mulia, serta mampu menginspirasi masa depan bangsa.

REPORTER:HJ

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60