Bungas Banten, PANDEGLANG – Di tengah masifnya program pembangunan dan bantuan sosial, masih ada warga Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. yang tinggal di rumah tidak layak huni. Salah satunya dialami Keluarga Sakri (59) di Kampung Soge Timur, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang.
Berdasarkan pantauan awak media bersama Tim Relawan Peduli Pandeglang, Senin 20 Juli 2026, rumah milik Sakri di RT 004/RW 010 sudah mengalami kerusakan parah. Bangunan tampak rapuh di beberapa bagian, dan atapnya bocor.
Setiap kali hujan turun, air masuk ke dalam rumah hingga membasahi lantai dan tempat tidur. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan penghuni.
Di rumah tersebut, Sakri tinggal bersama istri, anak-anak, dan beberapa anggota keluarga lainnya.
Relawan Peduli Pandeglang, Rio, yang ikut meninjau lokasi menyebut kondisi rumah tersebut harus segera mendapat perhatian.
“Rumah Pak Sakri kondisinya sudah sangat rapuh. Atapnya bocor sehingga saat hujan air masuk ke dalam rumah dan membasahi tempat tidur. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan segera,” ujar Rio.
Menurutnya, masih adanya warga yang tinggal di rumah tidak layak menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang butuh pendampingan untuk mengakses program bantuan perumahan.
“Kami berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, pendamping desa, TKSK, maupun instansi terkait dapat melakukan pendataan dan verifikasi secara objektif. Jika memenuhi syarat, semoga keluarga Pak Sakri diprioritaskan untuk bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” Tambah Rio
Tim Relawan juga mendorong Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten untuk segera meninjau langsung ke lokasi agar penanganannya bisa lebih tepat.
Sakri mengaku tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumahnya.
“Saya jangankan memperbaiki rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih sangat kesulitan. Penghasilan saya tidak menentu karena hanya bekerja serabutan,” tutur Sakri lirih.
Ia dan istrinya bekerja apa saja demi menghidupi keluarga. Namun penghasilan yang tidak tetap membuat mereka kewalahan, apalagi saat musim hujan.
“Kami hanya berharap ada perhatian dari pemerintah dan dinas terkait agar rumah kami bisa diperbaiki melalui program bantuan rumah layak huni. Semoga keluarga kami bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Panimbangjaya maupun instansi terkait mengenai status pendataan keluarga Sakri.
Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
REPORTER: UDIN J







