Prajurit Kodim 0601/Pandeglang dan Warga Lembur Bangun Jembatan Garuda di Cikeusik

Pandeglang25 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam upaya mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Rancaseneng dengan Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. 22 Agustus 2026

Berlokasi di Kampung Karangjongkeng, Desa Rancaseneng, prajurit Kodim 0601/Pandeglang bersama masyarakat melaksanakan pekerjaan pengecoran badan jembatan sekaligus pengerjaan akses jalan. Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama, bahkan hingga lembur, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada akses tersebut.

Example 1500x60
Example 1500x60

Jembatan Garuda dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi akses penghubung antarwilayah yang digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, membawa hasil pertanian, aktivitas sosial, hingga mobilitas anak-anak sekolah.

Sebelum pembangun dilakukan, kondisi akses tersebut kerap menjadi kendala bagi masyarakat, khususnya ketika hujan deras dan terjadi banjir. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menyulitkan para pelajar yang harus melintasi jalur tersebut untuk menuju sekolah.

Danramil 0116/Cikeusik, Kodim 0601/Pandeglang, Kapten Inf Purgiarto, turun langsung bersama masyarakat dalam proses pengecoran jembatan dan jalan. Kehadiran langsung di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan dengan baik sekaligus membangun semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kapten Inf Purgiarto mengatakan, percepatan pekerjaan dilakukan karena keberadaan Jembatan Garuda sangat dibutuhkan masyarakat. Namun demikian, percepatan pembangunan tidak boleh mengesampingkan kualitas pekerjaan.

“Kita melakukan pekerjaan ini bukan tanpa alasan. Jembatan ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Rancaseneng dan Desa Sukaseneng. Karena itu, kita berupaya mempercepat pengerjaannya agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Kapten Inf Purgiarto.

Menurutnya, meskipun pekerjaan dilakukan untuk mengejar penyelesaian, faktor kualitas tetap menjadi perhatian utama. Pengecoran dan pekerjaan jalan harus dilakukan dengan memperhatikan tahapan serta kondisi pekerjaan di lapangan sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kita tidak hanya mengejar cepat selesai, tetapi juga harus memperhatikan kualitas. Jangan sampai karena ingin cepat selesai kemudian mengabaikan hasil pekerjaan. Harapannya, jembatan ini nantinya kuat, aman dan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.

Kapten Inf Purgiarto juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut turun langsung membantu pengerjaan. Menurutnya, keterlibatan warga menunjukkan bahwa pembangunan jembatan tersebut memang menjadi kebutuhan bersama.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan bersama-sama membantu pekerjaan. Inilah semangat gotong royong yang harus kita jaga. TNI tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga masyarakat. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat dapat kita selesaikan dengan lebih cepat,” tuturnya.

Ia menambahkan, akses jembatan yang baik diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat. Tidak hanya mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan ekonomi dan pendidikan masyarakat di kedua desa.

“Yang paling penting adalah manfaatnya nanti dirasakan langsung oleh masyarakat. Anak-anak sekolah bisa lebih mudah dan aman melintas, masyarakat bisa menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih lancar, dan ketika musim hujan akses tidak lagi menjadi hambatan seperti sebelumnya,” ujar Kapten Inf Purgiarto.

REPORTER:ERI PIATNA

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60