Bungas Banten, PANDEGLANG – Lima orang wartawan dan 2 orang kru kapal diduga hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka dilaporkan dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan, Senin (07/09/2026).
Berdasarkan informasi, ketujuh orang tersebut berangkat dari Dermaga Carita menggunakan 1 unit kapal jenis long boat pada Senin siang, 07 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
Hingga saat ini belum ada kabar lanjutan mengenai keberadaan kapal dan seluruh penumpangnya.
Kasi Ops Basarnas Banten telah menerjunkan Tim Pencarian dan Pertolongan. Tim menggunakan RIB-02, yaitu perahu karet kaku bermesin tempel milik Basarnas yang memang dirancang khusus untuk operasi pencarian dan penyelamatan di perairan.
Pencarian dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak awal September 2026. PVMBG mencatat erupsi terjadi pada tanggal 4-5 September 2026. Material vulkanik dan abu menyebar hingga ke wilayah pesisir Pandeglang dan Lampung Selatan.
Kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi menjadi tantangan utama bagi tim Basarnas. Operasi SAR di area aktif seperti Gunung Anak Krakatau memerlukan koordinasi ketat dengan PVMBG untuk memastikan keselamatan tim pencari.
Nelayan dan warga sekitar juga telah diminta untuk tidak mendekati kawasan gunung karena bahaya hujan material vulkanik dan gelombang tinggi. Beberapa kamera pengawas CCTV di area gunung dilaporkan rusak akibat dampak erupsi.
Ketua Balawista Nasional Ade Ervin menjelaskan bahwa ketujuh orang tersebut bukan wisatawan.
“Kelima orang tersebut adalah para jurnalis yang kemungkinan bertujuan melakukan peliputan terkait situasi Anak Gunung Krakatau,” ujarnya.
Balawista saat ini telah membuka jejaring komunikasi di kawasan pesisir Banten dan Lampung untuk membantu proses pencarian ketujuh orang tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
REPORTER:HJ







