Cegah Judol dan Putus Sekolah, Kemensos Gencarkan Sosialisasi di SMAN 7 Pandeglang

Pandeglang27 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Upaya pencegahan kenakalan remaja, judi online (judol), pinjaman online (pinjol), dan putus sekolah di kalangan pelajar terus digencarkan.

Kementerian Sosial RI melalui Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Angsana dan Kecamatan Munjul menggelar penyuluhan dan sosialisasi perlindungan anak di SMAN 7 Pandeglang, Kamis, 17 September 2026.

Kegiatan berlangsung di SMAN 7 Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tema yang diangkat adalah Bahaya Putus Sekolah, Bahaya Judi Online, dan Dampaknya Bagi Keluarga Penerima Bantuan Sosial.

terpantau Bungas Banten hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Kemensos Kecamatan Angsana dan Koordinator Kemensos Kecamatan Munjul, para pendamping sosial PKH, dewan guru, Kepala Sekolah SMAN 7 Pandeglang, serta seluruh SDM PKH Kecamatan Angsana dan Munjul.

Ratusan siswa-siswi SMAN 7 Pandeglang tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. Dalam arahannya, Arip Sutisna dari Kemensos Kecamatan Angsana menegaskan pentingnya peran pelajar untuk menjauhi judi online.

“Judi online sangat berbahaya. Merusak masa depan, merusak mental, merusak ekonomi keluarga, dan merusak pendidikan. Jangan coba-coba,” ujar Arip di hadapan para siswa.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah kini sangat tegas. Jika salah satu anggota keluarga penerima PKH terbukti terlibat judi online, maka bantuan sosial akan dihentikan sesuai aturan terbaru dari Kementerian Sosial RI.

“Data penerima bansos yang terindikasi judol akan diverifikasi dan bisa dicoret dari DTKS. Sayang sekali kalau bantuan untuk pendidikan anak malah habis untuk judi online,” tambahnya.

 

Senada disampaikan Sopian, S.S., dari Kemensos Kecamatan Munjul. Ia mengajak pelajar untuk fokus pada pendidikan dan meraih cita-cita.

“Jangan sampai putus sekolah karena pengaruh judi online, pinjaman online, dan pergaulan bebas. Masa depan kalian masih panjang. Tugas kalian sekarang adalah belajar,” tegas Sopian.

Ia juga mengajak para siswa untuk saling mengingatkan. Jika ada teman yang mulai bermain judi online, segera laporkan kepada guru atau orang tua.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 7 Pandeglang, Yatno, S.Pd., M.Pd., menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kemensos dan para pendamping PKH.

“Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Agar mereka paham betul bahaya judi online dan pentingnya melanjutkan pendidikan sampai jenjang tertinggi. Ini bekal moral bagi mereka,” ucap Yatno.

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar siswa tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif di era digital.

“Anak-anak sekarang hidup di zaman gadget. Tanpa pengawasan, mereka bisa terjerumus. Maka sosialisasi seperti ini sangat penting,” pungkasnya.

Kegiatan penyuluhan berjalan lancar, aman, dan penuh antusias. Para siswa terlihat serius dan aktif dalam sesi tanya jawab.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan angka putus sekolah di Kabupaten Pandeglang bisa ditekan dan pelajar SMAN 7 Pandeglang terbebas dari bahaya judi online.

(HJ)