Bungas Banten, PANDEGLANG – Pembangunan revitalisasi satuan pendidikan Kelompok Bermain (KB) Mulya Sejahtera yang berlokasi di Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menjadi sorotan publik.
Pembangunan tersebut diduga menggunakan pasir laut sebagai material bangunan. Pantauan wartawan Bungas Banten di lokasi pada Selasa (13/10/2026) terlihat tumpukan material pasir yang secara kasat mata diduga kuat merupakan pasir laut.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi kegiatan, proyek tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, dengan nilai bantuan sebesar Rp862.082.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Dalam papan proyek tersebut juga tercantum bahwa pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Dugaan penggunaan pasir laut dalam pembangunan gedung pendidikan ini tentu perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Pasalnya, jenis dan kualitas material yang digunakan dalam konstruksi wajib sesuai dengan spesifikasi teknis, RAB, serta ketentuan yang berlaku agar bangunan kokoh, aman, dan memiliki ketahanan jangka panjang.
Sebagaimana diketahui, penggunaan pasir laut yang mengandung kadar garam tinggi dan tidak dicuci dengan benar berpotensi dapat menyebabkan korosi pada besi, mengurangi daya rekat adukan, serta dapat memengaruhi mutu dan kualitas konstruksi bangunan.
Namun demikian, untuk memastikan apakah material yang digunakan tersebut benar-benar pasir laut dan apakah penggunaannya memenuhi standar teknis atau tidak, diperlukan pemeriksaan langsung dan uji laboratorium oleh tenaga ahli maupun instansi yang berwenang.
Masyarakat sekitar berharap pihak pelaksana, konsultan pengawas, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan mengenai jenis material yang digunakan, kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis, dan mekanisme pengawasan pembangunan di lapangan.
Mengingat nilai bantuan yang mencapai ratusan juta rupiah yang bersumber dari anggaran negara, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek menjadi hal yang sangat penting. Pengawasan ketat diperlukan agar pembangunan fasilitas pendidikan tersebut benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, nyaman, dan bermanfaat bagi anak-anak didik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pembangunan P2SP KB Mulya Sejahtera dan pihak terkait lainnya sulit untuk dikonfirmasi.
(Adi)






