Bungas Banten, LEBAK – Persatuan Artis Musik Musisi Banten Selatan (Pammbes) bersama warga yang kecewa terkait larangan penggunaan Alun-alun Malingping melakukan aksi tanam pohon pisang dan aksi damai di Alun-alun Malingping, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
” Dalam aksi tanam pohon pisang dan juga retorika kuburan dilaksanakan pada Jum’at sore 23 Agustus, spontan sebagai bentuk Kekecewaan alun-alun Malingping tidak boleh digunakan oleh kalangan tertentu sehingga sosialisasi KPU Lebak bersama The Virgin dibatalkan dari alun-alun Malingping sehingga di pindahkan ke Kecamatan Cilograng.
” Para warga dari kalangan musisi, mahasiswa, pemuda dan elemen masyarakat yang kecewa mengatakan alun-alun Malingping tidak ubahnya seperti kebun dan kuburan.
“Kenapa sih alun-alun Malingping tidak boleh digunakan event musik yang mengundang keramaian?. Kalau seperti itu alun-alun Malingping seperti kebun makanya kita tanam pohon pisang dan sepi seperti pemakaman sehingga kita buat retorika kuburan,” Ujar Ahmad, dari Pammbes.
Tidak puas sampai disitu, Jum’at sore sampai malam hari berdatangan musisi, pemuda, dan didukung warga yang kecewa, mereka pun spontan dan langsung membahas aksi damai unjuk rasa pada Sabtu 24 Agustus 2024 sebagai bentuk kekecewaan dan ingin menyampaikan aspirasi mereka.
Pammbes bersama pemuda dan warga pun melaksanakan aksi damai Sabtu 24 Agustus 2024 di alun-alun Malingping pada jam 11.00 WIB menyuarakan aspirasinya.
“Alun-alun Malingping bukan milik kalangan tertentu, alun-alun milik semua warga Malingping. ” Jangan menjustis kami dan suudzon melakukan maksiat, serendah itukah kami dipandang. ” Alun-alun adalah ruang terbuka, tempat berkumpulnya keberagaman dan keramaian, kembalikan fungsinya.” ujar Yoga saat orasi mewakili Pemuda.
“Kami para musisi ingin menyalurkan bakat, hobi dan ekspresi kami, tolong jangan batasi kami.” Kita minta keadilan, jangan ada diskriminasi dan termarjinalkan. Hargai perbedaan dan keberagaman, kami pun warga punya hak dan suara untuk didengar, bukan kalangan tertentu saja,” Ujar Roni, dari Pammbes.
Nampak setelah aksi unjuk rasa damai, perwakilan aksi pun bertemu dengan Camat Malingping beserta jajaran Polsek Malingping. Aspirasi mereka pun diterima dan akan ditindaklanjuti Camat Malingping yang akan segera melakukan rapat bersama Forkimcam, tokoh masyarakat, MUI, FSPP beserta stakeholder terkait lainnya untuk membahas penggunaan Alun-alun Malingping.
Perlu diketahui, aksi spontan penanaman pohon pisang dan aksi unjuk rasa damai diawali oleh kecewanya musisi, pemuda dan masyarakat akibat sosialisasi KPU bersama The Virgin ditolak sebagian kalangan, sehingga KPU Lebak memindahkan kegiatannya dari alun-alun Malingping ke lapangan merdeka Kecamatan Cilograng.
REPORTER : HEDI SOFYANÂ







