Setelah Ambruk, Bendung Cilemer Akhirnya Direalisasikan Kembali Melalui Dukungan Pemerintah Pusat

Lebak18 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, LEBAK – Setelah sempat mengalami kerusakan berat hingga ambruk dan mengganggu pasokan air bagi ribuan hektare lahan pertanian, Bendung Cilemer akhirnya dipastikan akan dibangun kembali melalui dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp55 miliar. Proyek strategis tersebut dijadwalkan mulai direalisasikan pada tahun 2026 dan pelaksanaannya akan dilakukan oleh pihak ketiga.

Kepala UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Banten, Ukun Kuncoro, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026), menyampaikan bahwa pembangunan Bendung Cilemer merupakan hasil koordinasi dan pengajuan yang telah dilakukan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Example 1500x60
Example 1500x60

Menurutnya, kondisi kerusakan bendung tidak memungkinkan untuk ditangani melalui anggaran pemeliharaan rutin yang tersedia di UPTD SDA PUPR Banten.

“Anggaran pemeliharaan yang kami miliki hanya sekitar Rp300 juta. Nilai tersebut tentu tidak memadai untuk menangani kerusakan besar pada Bendung Cilemer. Karena itu kami mengajukan permohonan bantuan pembangunan kepada BBWSC3 dan pemerintah pusat. Alhamdulillah, usulan tersebut mendapat perhatian dan tahun ini dapat direalisasikan dengan anggaran sebesar Rp55 miliar,” ujar Ukun.

Ia menegaskan, kehadiran kembali Bendung Cilemer sangat penting karena memiliki peran vital dalam menopang sistem irigasi pertanian di wilayah Kabupaten Lebak. Oleh sebab itu, sembari menunggu proses pembangunan dimulai, pemerintah tetap melakukan langkah-langkah darurat untuk menjaga ketersediaan air bagi petani.

Sebagai bentuk penanganan sementara, UPTD SDA PUPR Banten telah menyiapkan sejumlah pompa air (alkon) guna membantu mengalirkan air ke saluran-saluran irigasi yang terdampak akibat ambruknya bendung tersebut.

“Kami berupaya memastikan kebutuhan air untuk pertanian tetap terpenuhi. Untuk sementara, pompa air disiagakan agar distribusi air ke saluran irigasi tetap berjalan dan petani tidak mengalami kekeringan,” jelasnya.

Di sisi lain, Ruswa, Koordinator Wilayah Badak Banten Dapil VI, menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan UPTD SDA PUPR Banten, BBWSC3, dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam menyikapi persoalan yang selama ini menjadi keluhan para petani.

“Pembangunan kembali Bendung Cilemer merupakan kabar yang sangat dinantikan masyarakat. Kami mengapresiasi langkah cepat seluruh pihak yang telah memperjuangkan realisasi pembangunan ini. Harapan kami, proyek ini dapat berjalan sesuai rencana sehingga kebutuhan air pertanian kembali normal dan para petani terhindar dari ancaman kekeringan,” ungkap Ruswa.

Pembangunan Bendung Cilemer tidak hanya menjadi upaya pemulihan infrastruktur yang rusak, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Lebak. Dengan dukungan anggaran yang signifikan dari pemerintah pusat, masyarakat berharap bendung tersebut dapat kembali berfungsi optimal sebagai penopang utama sistem irigasi dan penggerak roda perekonomian petani.

REPORTER:INDRA M

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60