Bungas Banten, PANDEGLANG – Kondisi jembatan di Kampung Neglasari, RT 12/RW 03, Desa Langensari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang memprihatinkan. Pondasi beton jembatan ambruk dan retak, sehingga badan jembatan nyaris putus dan menggantung di atas sungai.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa, 4 Agustus 2026, pagar besi jembatan juga sudah rapuh dan dipenuhi ranting. Di bawah jembatan terlihat tumpukan sampah, batu, serta puing beton yang terbawa arus. Kondisi ini sangat membahayakan warga yang melintas setiap hari.
Menjelang musim hujan, kecemasan warga semakin meningkat. Mereka khawatir sisa badan jembatan tidak kuat menahan debit air dan akhirnya putus total.
“Ini pondasinya sudah runtuh. Kalau hujan besar pasti ambrol. Kami tiap hari lewat sini buat ke sawah dan antar anak sekolah. Sekarang jadi takut,” ujar Asep, salah satu warga.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga untuk menuju pusat Desa Langensari, sekolah, dan pasar di Kecamatan Saketi. Jika putus, aktivitas warga dipastikan lumpuh karena harus memutar dengan jarak yang jauh.
Warga pun mendesak Pemerintah Desa Langensari, Kecamatan Saketi, dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera melakukan perbaikan darurat atau membangun jembatan baru.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Kami mohon segera ditangani sebelum musim hujan tiba,” harap warga.
Ade, warga lainnya, menjelaskan bahwa pada tahun 2017 jembatan ini pernah ditinjau oleh pihak Dinas PUPR, Kecamatan Saketi, dan Pemerintah Desa.
“Sejak itu kami sangat berharap jembatan ini segera dibangun. Agar aktivitas bisa lancar dan tidak ada kekhawatiran lagi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut atau realisasi dari dinas terkait.
REPORTER:UDIN. J







