Gubernur Banten Andra Soni Turun Langsung ke Cikeusik, Serah Terima Bantuan KKP untuk Poklahsar dan Launching Program

Pandeglang13 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Suasana penuh semangat dan harapan menyelimuti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Cikiruhwetan, Kampung Muara Dua, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Pada hari Selasa, 29 September 2026, telah dilaksanakan momentum penting yaitu Serah Terima Bantuan Pemerintah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun Anggaran 2026 kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) hasil perikanan di Kabupaten Pandeglang, yang dirangkaikan dengan Launching Proyek Perubahan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang dengan program inovatif “SIAP HILIRISASI”.

Kegiatan strategis ini selaku penanggung jawab adalah Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, H. Uun Junandar, S.P., M.M. Acara ini dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari pejabat pusat, provinsi, kabupaten, unsur Forkopimcam, kepala desa, dan ratusan masyarakat penerima manfaat yang tampak antusias.

Kehadiran Gubernur Banten secara langsung di ujung selatan Pandeglang ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan dari desa pesisir.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Direktur Prasarana dan Sarana KKP Achmad Al Farisi, Staf Khusus Menteri Bidang Pengawasan Program Prioritas dan Komunikasi Strategis KKP TB Ardi Januar, Kadis DKP Provinsi Banten Agus, Kepala Balai Besar POM Serang Fauzi Ferdiansyah, Staf Ahli Bupati Pandeglang Bun-bun Buntara, Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang Yunce, Kawilker Binuangeun Syahbandar Rina, Camat Cikeusik Wahyu Awaludin, mewakili Dandim 0601/Pandeglang Kapten Inf Purgianto, Kapolsek Cikeusik Iptu D Hartanto, Kades Cikiruhwetan Jojon Juhaeni, serta seluruh masyarakat nelayan dan Poklahsar penerima bantuan.

Acara berlangsung khidmat dengan susunan acara pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan-sambutan, penyerahan bantuan secara simbolis, dan penutup.

Dalam sambutan pertamanya, Direktur Prasarana dan Sarana KKP, Achmad Al Farisi, memaparkan tantangan utama sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, ikan adalah produk yang mudah rusak (perishable). Tantangannya bukan hanya meningkatkan tangkapan, tetapi bagaimana menjaga kualitas, memperpanjang umur simpan, meningkatkan nilai jual, serta menjamin keamanan pangan dari jaring sampai piring.

Oleh karena itu, KKP melalui Ditjen PDSPKP mendorong target utama yaitu mempertahankan mutu dengan menyediakan sarana dan prasarana industri, meningkatkan nilai tambah, memperbaiki nilai tukar nelayan, memperluas sertifikasi produk pengolahan, serta memperkuat daya saing dan keamanan pangan.

Untuk Kabupaten Pandeglang Tahun 2026, bantuan yang diserahkan berdasarkan kebutuhan lapangan meliputi 16 unit chest freezer, 3 paket peralatan pengolahan ikan, dan 1.028 unit cool box. Ia berpesan agar penerima bantuan dapat memanfaatkan, menjaga, dan merawat peralatan tersebut sebaik-baiknya agar tidak cepat rusak dan memberikan manfaat jangka panjang untuk memutar roda perekonomian daerah dari tingkat bawah.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri KKP, TB Ardi Januar, dalam orasinya yang membakar semangat menyampaikan bahwa masalah utama nelayan selama ini sering terpinggirkan. Nelayan kerap kesulitan menjual hasil tangkapan karena harga tertekan tengkulak dan ikan mudah busuk karena ketiadaan sarana pendingin. Di sisi lain, tingkat konsumsi protein anak-anak Indonesia masih rendah dibanding Malaysia.

Menjawab itu, Presiden Prabowo Subianto mengubah pendekatan bantuan nelayan yang dulunya bersifat parsial hanya kapal atau jaring, menjadi terintegrasi dari hulu ke hilir melalui Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Di Provinsi Banten sendiri dibangun 14 titik KNMP dan menjadi bagian dari target 100 titik tahap pertama se-Indonesia. Fasilitas yang disediakan sangat lengkap, mulai dari bengkel/docking kapal, cold storage, pabrik es, tempat pendaratan ikan, kantor pengelola, sentra kuliner, hingga mobil pendingin dan bantuan kapal dari ukuran kecil hingga besar.

“Nelayan tidak perlu khawatir ikan tidak laku, karena hasil tangkapan akan dibeli langsung oleh cold storage dan dipasarkan lebih luas. Pengelolaan dilakukan oleh koperasi desa. Ini menyerap tenaga kerja lokal dan terbukti menaikkan produksi tangkapan hingga 6,5 ton,” tegasnya. Ia menargetkan seluruh 14 titik di Banten rampung pada Desember 2026, serta menyiapkan program budidaya tematik di 1.236 desa daratan Banten agar tidak terjadi overfishing di laut.

Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk membawa dan mengawal bantuan untuk nelayan Banten. Pemerintah pusat melalui KKP dan Presiden Prabowo memberikan program KNMP, bantuan kapal, pabrik es, dan bahan bakar nelayan.

Tidak hanya perikanan, Gubernur juga memaparkan dukungan infrastruktur lain seperti program irigasi sawah 10.000 hektar di Banten bertahap 2025-2027, pembangunan jalan desa yang terbengkalai, serta revitalisasi bangunan sekolah.

Ia juga menyinergikan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menjadi pasar penyerapan hasil tangkapan nelayan, cek kesehatan gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat bagi anak kurang mampu.

“Pemerintah daerah, OPD dan Dinas terkait saya minta bekerja agresif dan antusias mengawal program bantuan dari pusat tanpa harus selalu bergantung pada APBD sendiri. Bangun daerah dengan ikhlas, seperti membangun Pandeglang ini, tanpa hitung-hitungan elektoral,” pungkas Gubernur Andra Soni yang disambut tepuk tangan meriah warga.

Dengan diluncurkannya program SIAP HILIRISASI oleh Kadis Perikanan Pandeglang H. Uun Junandar, diharapkan hasil perikanan Pandeglang tidak lagi dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi, berdaya saing, dan mensejahterakan nelayan serta Poklahsar di pesisir Pandeglang.

(Sonhaji)