Bungas Banten, PANDEGLANG – Jembatan Blengbeng yang terletak di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten ” kembali menelan korban.
Pasalnya kali ini, seorang warga Asmadi mengalami luka serius akibat tertusuk bambu saat melintas di jembatan tersebut pada tanggal 30 Juni 2025.” Akibat kejadian tersebut, ia harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Cikeusik dan menerima 17 jahitan.” Jelasnya.
” Menurut pengakuan Asmadi, Bahwa kejadian serupa bukan hanya menimpa dirinya. ” Sepanjang bulan Juni 2025, setidaknya empat warga lainnya juga mengalami insiden serupa akibat kondisi jembatan yang mulai ambruk. ” Bahkan, ia menyebutkan bahwa pada tahun 2022 lalu, dua orang warga sempat jatuh ke sungai akibat ambruknya jembatan dan mengalami luka serius.
“ Sudah banyak yang jadi korban, tapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah,” Keluh Asmadi ” Rabu ( 02 Juli 2025 )
” Masyarakat sudah berulang kali menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. ” Berbagai media online pun telah memberitakan kondisi jembatan tersebut, Namun sejauh ini belum terlihat ada respon ataupun langkah konkret dari pihak berwenang.
” Meski demikian, masyarakat tidak tinggal diam. ” Mereka berinisiatif melakukan perbaikan secara Swadaya melalui gotong royong. Namun, karena keterbatasan dana dan hanya menggunakan material seadanya, jembatan tersebut tak bertahan lama dan kembali rusak. ” Pungkas masyarakat setempat
” Menanggapi kondisi jembatan tersebut, Ketua Investigasi Gerakan Hak Asasi Manusia Nusantara (Gerahamtara) Pandeglang Adi Suardi Yuliana,” angkat bicara. ” Ia menyampaikan keperihatinannya yang mendalam terhadap banyaknya korban di jembatan tersebut ” yang terus berjatuhan akibat kelalaian pemerintah.
Juga sangat miris, jembatan ini jelas-jelas sudah tidak layak digunakan dan membahayakan warga.” Pemerintah tidak bisa terus menutup mata. ” Ini menyangkut keselamatan masyarakat.” Harus segera dibangun ulang dengan standar yang layak,” Tegas Adi Suardi Yuliana.
” Ia menambahkan bahwa jika pemerintah terus mengabaikan persoalan ini, maka dapat dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran hak asasi masyarakat atas keselamatan dan akses transportasi yang layak.
Maka harapan warga semua berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata dan serius untuk membangun kembali Jembatan Blengbeng secara permanen, ” agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan di masa mendatang. ” Pungkas Ketua Investigasi Gerahamtara Pandeglang Adi Suardi Yuliana
REPORTER : ERI PIATNAÂ







