Bungas Banten, PANDEGLANG – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke Posko SAR Nasional Marina Lippo, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan ini terkait operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang dinyatakan hilang di perairan Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kedatangan Kepala BASARNAS menggunakan helikopter AS365 Dauphin dan mendarat di Lapangan Jenderal Desa Sukajadi pukul 14.10 WIB. 5 menit kemudian beliau tiba di Posko SAR Marina Lippo dan langsung disambut jajaran Forkopimda Banten.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi, Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo, serta Kepala Basarnas Banten Al Amrad.
Pencarian Diperluas Menjadi 6 Sektor
Dalam paparan di hadapan Kepala BASARNAS, Gubernur, dan Kapolda, Kepala Basarnas Banten menyampaikan perkembangan operasi.
“Basarnas bersama TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh potensi SAR terus memaksimalkan Operasi SAR Gabungan. Pencarian telah diperluas dari tiga sektor pada hari pertama, menjadi lima sektor pada hari kedua, dan enam sektor pada hari ini,” ujarnya.
Kendala utama saat ini adalah tidak termonitornya pergerakan kapal setelah komunikasi terakhir. Tim SAR menjadikan Last Known Position (LKP) sebagai acuan, dengan mempertimbangkan data cuaca, angin, gelombang, dan arus laut dari BMKG.
Meski hingga hari ketiga belum ada korban ditemukan, Basarnas memastikan operasi akan terus dimaksimalkan. Jika kondisi memungkinkan, akan dikerahkan pesawat untuk _air search_ dan drone dari kementerian/lembaga terkait.
Terkait zona larangan di sekitar Gunung Anak Krakatau, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Namun apabila ada indikasi keberadaan korban, Tim SAR akan tetap melakukan pencarian sesuai prosedur.
Gubernur Banten Andra Soni mengimbau keluarga korban untuk memberikan informasi sekecil apapun. Mulai dari komunikasi terakhir, lokasi terakhir, arah perjalanan, hingga kondisi kapal.
“Setiap informasi yang diterima akan dihimpun, diverifikasi, dan dikoordinasikan dengan unsur terkait untuk menentukan langkah dan sektor pencarian berikutnya,” kata Andra Soni.
Senada, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengapresiasi kerja seluruh unsur SAR di lapangan. Ia menekankan agar pencarian terus dilakukan sesuai sektor dan SOP keselamatan tetap diutamakan, khususnya di radius Gunung Anak Krakatau.
“Kepada seluruh jajaran agar tidak berhenti melakukan pencarian selama masih ada kemungkinan korban ditemukan. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tegas Kapolda.
Sebelum menerima paparan, pukul 14.30 WIB Kepala BASARNAS bersama Gubernur Banten, Danlanal, dan Kapolres Pandeglang meninjau langsung fasilitas dan kesiapan Posko. Dilanjutkan koordinasi tertutup bersama Gubernur Banten pada pukul 14.50 WIB.
Hingga saat ini Operasi SAR Gabungan masih terus berlangsung 24 jam dengan melibatkan kapal, tim penyelam, dan unsur potensi SAR dari berbagai daerah.
REPORTER:SI/HJ







