Kualitas Sungai Suwakan Disorot, BEM Banten Bersatu Dorong Pemeriksaan Lingkungan PLTM Cibeber

Lebak63 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, LEBAK – Persoalan kualitas lingkungan di wilayah Kampung Suwakan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mendapat perhatian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu. Kondisi aliran sungai yang dilaporkan mengalami perubahan kualitas menjadi perhatian serius karena selama ini keberadaannya memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil penelusuran dan advokasi yang dilakukan kepada masyarakat, air Sungai Kampung Suwakan disebut mengalami kondisi yang semakin keruh. Perubahan tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama karena aliran sungai selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan sehari-hari.

Example 1500x60
Example 1500x60

BEM Banten Bersatu menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan respons serius dari pemerintah daerah. Terlebih, terdapat dugaan bahwa perubahan kualitas air memiliki keterkaitan dengan aktivitas operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) yang berada di wilayah hulu Cibeber.

Namun demikian, dugaan tersebut, menurut BEM Banten Bersatu, harus dibuktikan melalui pemeriksaan ilmiah, pengujian laboratorium, serta evaluasi terhadap dokumen dan aktivitas pengelolaan lingkungan perusahaan.

Wakil Koordinator BEM Banten Bersatu, Rizqi Ahmad Fauzi, mengatakan pemerintah tidak boleh membiarkan keresahan masyarakat berkembang tanpa kepastian mengenai kondisi sebenarnya.

«“Sungai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Ketika kualitas air mengalami perubahan dan menimbulkan keresahan, pemerintah harus hadir memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Rizqi.»

Menurut Rizqi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak perlu mengambil langkah konkret untuk memastikan apakah terdapat hubungan antara aktivitas PLTM Cibeber dengan perubahan kualitas air di Sungai Kampung Suwakan.

Ia menilai pemeriksaan tidak cukup hanya berdasarkan pengamatan visual, tetapi harus didukung data laboratorium dan kajian lingkungan yang komprehensif.

Atas dasar itu, BEM Banten Bersatu mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak melalui instansi terkait untuk:

Pertama, melakukan pengujian laboratorium terhadap kualitas air Sungai Kampung Suwakan guna mengetahui kondisi dan parameter kualitas air berdasarkan baku mutu yang berlaku.

Kedua, melakukan kajian perbandingan terhadap kualitas air sebelum dan setelah aktivitas operasional PLTM, apabila tersedia data historis yang dapat dijadikan pembanding.

Ketiga, melakukan pemeriksaan atau audit lingkungan terhadap aktivitas operasional PLTM Cibeber, khususnya terkait potensi dampaknya terhadap aliran sungai dan masyarakat di wilayah hilir.

Keempat, memeriksa kelengkapan dan kepatuhan dokumen lingkungan PLTM, termasuk pelaksanaan kewajiban pengelolaan serta pemantauan lingkungan.

Kelima, memanggil pihak pengelola PLTM untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas operasional dan pengelolaan lingkungan yang dilakukan.

Keenam, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran atau pencemaran lingkungan, BEM Banten Bersatu meminta pemerintah mengambil tindakan dan memberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketujuh, memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi sungai tidak layak digunakan dan membutuhkan penanganan segera.

Rizqi menegaskan, persoalan tersebut harus diselesaikan berdasarkan fakta dan data, bukan sekadar berhenti pada tahap klarifikasi.

“Kami tidak ingin persoalan ini berhenti pada polemik. Pemerintah harus memastikan fakta sebenarnya melalui pengujian dan pemeriksaan yang transparan. Jika tidak ditemukan pelanggaran, sampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan. Tetapi apabila ditemukan pelanggaran, tentu harus ada tindakan sesuai aturan,” tegasnya.

BEM Banten Bersatu juga meminta seluruh pihak mengedepankan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan dalam menyikapi persoalan tersebut.

Menurut Rizqi, perlindungan terhadap sumber air dan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi Sungai Kampung Suwakan serta dugaan keterkaitannya dengan aktivitas di wilayah hulu Cibeber.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Jika tidak ada respons konkret dari pemerintah daerah, kami akan mempertimbangkan langkah organisatoris sesuai mekanisme yang kami miliki,” pungkasnya.

REPORTER: INDRA S

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60