Bungas Banten PANDEGLANG -Pelaksanaan proyek pembangunan Yayasan Al-bahjah Pandeglang yang bertempat di Kampung Manggu Desa Karyabuana Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Mangkrak dan diduga bahan material bangunan tidak terbayarkan.

Pasalnya pihak Yayasan Al-Bahjah Pusat Cirebon Kepada pelaksana pemegang kontrak kerja Ibu Yuniar pemilik PT Padaringan Mitra Sejahtra dan Saepi pemilik PT Niti Prima Inti Karya yang beralamat masing-masing sesuai di KTP tersebut, H.Malki selaku pemborong tenaga kerja kedua pelaksana pembangunan Yayasan Al-Bahja dirinya mengaku merasa dirugikan ratusan juta rupiah oleh Ibu Yuniar dan saudara Saepi salah seorang yang mengaku pemegang tender proyek tersebut, Karena bahan material seperti besi, hebel,pasir, seng, dan yang lain-lainnya serta tenaga kerja tidak terbayarkan hingga saat ini.” Ungkapnya, Kamis ( 8 Mei 2025)
Ia berharap kepada pihak terkait Yayasan Al-Bahjah atau PT Padaringan Mitra Sejahtra untuk segera menyelesaikan pembayaran material sejumlah total Rp 120 juta, yang telah dibangun beberapa bulan lalu agar segera dibayarkan ” Harap H. Makli
” Ya kami bangun komunikasi terus menerus dengan pihak ke anggotaan Yayasan Al-Bahjah yang ada di Cigeulis tetapi egan di sebut namanya sudah sering tapi selalu tidak ada kejelasan atau memberi solusi. Apalagi Ibu Yuniar yang nyuruh saya awalnya untuk membangun gedung yayasan Al-Bahjah sampai sekarang tidak ada kabar entah kemana. Nomor HP pun di blok, Jadi saya harap mohon secepatnya dibayarkan, sebab jika tidak dibayar bagai mana nasib kami dan pekerja yang sudah berbulan – bulan ini,” Terangnya
Ditempat terpisah, Yuniar dan Saepi yang mengaku sebagai pemenang tender proyek pertama pembangunan dari Yayasan Al- Bahjah saat dikonfirmasi melalui media Bungas Banten lewat pesan Whatsapnya dengan Nomor 0856xxxxx631 tidak tersambung dan tidak ada jawaban, sampai pemberitaan ini terbit.
REPORTER : WAHYU ARDIAT







