Bungas Banten, PANDEGLANG – Komunitas Pemantau Korupsi (KPK) Nusantara Kabupaten Pandeglang melalui perwakilannya, Yance, menyoroti pelaksanaan Program Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Goes to Pesantren di Provinsi Banten yang dinilai tidak berjalan sesuai dengan tujuan program.

Menurut Yance, program yang dirancang untuk mengoptimalkan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), meningkatkan gizi, serta mendorong kemandirian pangan di lingkungan pondok pesantren, pada kenyataannya justru diduga lebih memberikan kesejahteraan kepada pihak pengadaan barang atau pengusaha, dibandingkan kepada pesantren sebagai penerima manfaat utama.
“Kami menemukan di lapangan bahwa banyak pondok pesantren penerima manfaat justru mengeluhkan program ini. Bantuan bahan maupun bibit yang diterima tidak disesuaikan dengan kebutuhan pesantren,” ujar Yance, Rabu (04/02/2026).
Ia menjelaskan, selain jenis bibit yang tidak relevan, pesantren juga dibebani kewajiban swadaya, khususnya untuk pembelian pupuk non-organik.
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan semangat pemberdayaan dan kemandirian pangan, karena penerima manfaat harus mengeluarkan biaya tambahan dari kantong sendiri.
Tak hanya itu, penyaluran bibit sayuran dalam polybag juga dinilai tidak memperhatikan kondisi cuaca dan musim tanam. Akibatnya, banyak bibit yang mati saat dilakukan penanaman, sehingga program tidak memberikan dampak nyata bagi pesantren.
“Program yang tujuannya baik ini jangan sampai justru menjadi beban bagi penerima manfaat. Ketidaksesuaian antara perencanaan dan kondisi lapangan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh,” tegas Yance.
Beberapa pondok pesantren yang menyampaikan keluhan di antaranya Pondok Pesantren At-Taufiq yang beralamat di Kampung Cisantri, Desa Curug Barang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, serta Pondok Pesantren Roudotul Athfal yang berlokasi di Kampung Kadu Lambur, Desa Batu Bantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Atas temuan tersebut, KPK Nusantara Kabupaten Pandeglang meminta Badan Pangan Nasional untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program Goes to Pesantren. Evaluasi ini dinilai penting agar pemerintah dapat mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program serta memastikan bahwa pelaksanaannya tidak hanya menguntungkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kami berharap pemerintah benar-benar hadir dan melihat langsung kondisi di pesantren. Jangan sampai tujuan mulia pemerintah dalam merealisasikan program penganekaragaman konsumsi pangan justru berakhir membebani penerima manfaat,” pungkas Yance.
REPORTER: SS MUNANDAR ABI







