Rawatan Malam Puncak Padepokan Maung Guha Kesti TTKKDH di Kampung Batu Ranjang

Pandeglang24 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Padepokan Maung Guha, Kebudayaan Seni Silat dan Tari Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH), menggelar kegiatan rawatan atau urutan malam puncak yang berlangsung di Kampung Batu Ranjang, Desa Batu Ranjang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Ustd Hasan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai tradisi, kebersamaan, serta keberlangsungan warisan seni budaya Tjimande.

Kegiatan dipimpin oleh Ahyar selaku Ketua Padepokan Maung Guha dan dihadiri oleh Yayan Iskandar, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kesti TTKKDH Kecamatan Cipeucang, Wisnu Wibowo selaku Lurah dari Desa Kalanggunung, para kasepuhan, para ustad, serta tokoh dan masyarakat setempat.

Example 1500x60
Example 1500x60

Suasana malam puncak berlangsung dalam nuansa kekeluargaan dan penuh penghormatan terhadap para kasepuhan. Tradisi rawatan atau urutan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap warisan leluhur kepada generasi penerus.

Dalam penyampaiannya, Yayan Iskandar menegaskan bahwa keberadaan Kesti TTKKDH memiliki tanggung jawab moral untuk terus merawat, melestarikan, dan memperkenalkan seni budaya pencak silat serta nilai-nilai luhur Tjimande kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat persaudaraan, menjaga marwah organisasi, sekaligus memastikan tradisi budaya tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

ā€œKita harus terus menjaga seni budaya dan tradisi yang diwariskan para kasepuhan. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang berkumpul, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menghormati para sesepuh, dan menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada generasi penerus,ā€ ujar Yayan Iskandar.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara positif dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempertahankan identitas budaya lokal. Sinergi antara pengurus Kesti TTKKDH, para kasepuhan, tokoh agama, pemerintah desa, serta masyarakat dinilai penting agar nilai-nilai budaya tetap menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Kegiatan malam puncak tersebut pun berlangsung dengan penuh keakraban, mencerminkan semangat persatuan dan gotong royong dalam menjaga eksistensi seni, tradisi, serta kebudayaan lokal di Kabupaten Pandeglang.

REPORTER:SS MUNANDAR (ABI)

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60