Bungas Banten, PANDEGLANG – Pemandangan penuh khidmat dan semangat nasionalisme terpancar di Halaman MTsN 7 Pandeglang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin pagi (02/11/2026).
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih rutin yang biasanya dipimpin oleh Kepala Madrasah, kali ini terasa istimewa dan berbeda. Pasalnya, yang bertindak selaku Pembina Upacara adalah Kapolsek Angsana, IPTU Akbar, S.H. Kegiatan ini mengusung tema yang sangat relevan dengan masa depan bangsa, yakni “Pelajar Berkarakter Pancasila, Menuju Indonesia Emas 2045”.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar kurang lebih 150 peserta. Turut hadir dalam barisan upacara tersebut Kepala Madrasah MTsN 7 Pandeglang Drs. Iwan Ridwan, M.Pd.I, Bhabinkamtibmas Polsek Angsana Brigadir Dadan H, seluruh dewan guru, para staf tata usaha, serta seluruh siswa-siswi MTsN 7 Pandeglang dari kelas 7 hingga kelas 9 yang dengan penuh semangat mengikuti jalannya upacara.
Rangkaian upacara berjalan dengan tertib dan khidmat, mulai dari pemimpin pasukan menyiapkan pasukannya, penghormatan kepada pembina upacara, laporan pemimpin upacara, pengibaran bendera merah putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, hingga pembacaan Janji Siswa.
Puncak dari upacara tersebut adalah amanat yang disampaikan langsung oleh Pembina Upacara, IPTU Akbar, S.H.
Mengawali amanatnya, IPTU Akbar menyampaikan salam dan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi pembina upacara. Ia juga mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat.
Memasuki inti amanat, IPTU Akbar menjelaskan secara mendalam tentang tema Pelajar Berkarakter Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045.
“Tema ini sangat relevan karena kalian, para pelajar sekalian, hidup di era yang berbeda dari generasi sebelumnya. Era yang menuntut kalian untuk lebih cerdas, bijak, dan adaptif sesuai dengan dinamika perkembangan zaman yang begitu cepat,” ujar IPTU Akbar dengan suara lantang dan penuh wibawa.
Menurutnya, tujuan pendidikan di tingkat MTsN bukan hanya untuk mendapatkan nilai akademis yang tinggi semata. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses pembentukan karakter, pengembangan potensi diri untuk menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
“Sebagai seorang pelajar, kewajiban utama kalian adalah belajar dengan tekun dan penuh rasa tanggung jawab. Ingat, ilmu adalah bekal utama untuk menghadapi tantangan di masa depan. Jadilah pelajar yang aktif dan proaktif. Disiplin, jujur, dan kerja keras adalah kunci untuk menguasai ilmu pengetahuan,” pesannya.
Dalam amanatnya, IPTU Akbar juga mengutip kebijakan terbaru dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti Nomor 13 Tahun 2025 tanggal 29 Agustus 2025 tentang perubahan kurikulum pendidikan, yaitu penerapan nilai karakter Pancasila kepada peserta didik sebagai warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat. Kebijakan tersebut menekankan pentingnya memastikan keselamatan pelajar dari kegiatan berisiko, sambil menanamkan nilai karakter seperti santun, kritis, peduli, dan bertanggung jawab.
Ia juga menyampaikan penegasan dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sylvana Maria Apituley, yang menegaskan bahwa pelajar tidak diperbolehkan terlibat dalam demonstrasi atau unjuk rasa tanpa edukasi. Hal tersebut bukan bentuk partisipasi, melainkan eksploitasi pelajar. Keterlibatan pelajar dalam aksi semacam itu dianggap bertentangan dengan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Kebijakan Kemendikdasmen dan KPAI menekankan pentingnya belajar dan menuntut ilmu dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan tata tertib sekolah. Dilarang untuk ikut demonstrasi, penyampaian pendapat agar dibatasi dan diawasi oleh guru dan orang tua,” jelas IPTU Akbar.
Ia juga mengutip konsep pendidikan dari Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, dalam konsep Taman Siswa, dimana kebebasan berekspresi, keamanan, dan kenyamanan akan memotivasi pelajar untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, berekspresi, kritis, dan berkreasi tanpa hambatan. Namun, kebebasan tersebut harus tetap dalam koridor yang positif dan membangun.
Di akhir amanatnya, IPTU Akbar memberikan 5 pesan moral dan Kamtibmas yang sangat penting dan harus dipegang teguh oleh seluruh siswa-siswi MTsN 7 Pandeglang:
1. Tidak terbawa arus untuk melakukan demonstrasi sesuai instruksi Mendikdasmen dan KPAI, fokuslah pada belajar.
2. Bijak dalam bersosial media. Saring sebelum sharing. Ingat, penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian (Hate Speech), dan konten yang mengandung unsur SARA dapat dipidana dengan Undang-Undang ITE.
3. Hindari tawuran, perkelahian, pengeroyokan, perundungan (Bullying) dan tindakan kekerasan lainnya. Pelakunya dapat dipidana penjara hingga 5 tahun.
4. Jauhi penyalahgunaan narkoba, mengingat modus peredaran narkoba saat ini sudah menyasar anak-anak sekolah. Ingat, penyalahgunaan narkoba dapat dipidana dengan hukuman terberat hukuman mati dan atau pidana kurungan.
5. Tidak melakukan balapan liar, karena sangat berbahaya, dapat menyebabkan kecelakaan fatal dan meresahkan masyarakat. Pelaku balap liar diancam pidana kurungan dan atau denda.
“Sebagai penutup, masa depan bangsa ini ada di tangan kalian, para pelajar generasi muda. Jadikan Pancasila dalam setiap langkah dan sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menuju Indonesia Emas 2045. Jadilah kebanggaan orang tua, sekolah, dan bangsa,” pungkas IPTU Akbar yang disambut tepuk tangan meriah dari para siswa.
Sementara itu, Kepala Madrasah MTsN 7 Pandeglang, Drs. Iwan Ridwan, http://M.Pd.I, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolsek Angsana atas pembinaan dan motivasi yang telah diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek Angsana yang telah meluangkan waktunya menjadi pembina upacara dan memberikan arahan yang sangat luar biasa dan bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Semoga sinergi antara Polri dan pihak sekolah terus terjalin dengan baik untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter,” ujarnya.
Kegiatan upacara yang berlangsung selama satu jam tersebut ditutup dengan menyanyikan lagu wajib nasional, pembacaan doa, dan laporan penutup. Upacara selesai pada pukul 08.00 WIB dengan situasi aman, tertib, lancar, khidmat, dan kondusif.
(HJ)






