Bungas Banten, KOTA SERANG – Proyek pembangunan gedung Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten ” yang dikerjakan oleh CV. Welindo Karya mendapat sorotan tajam terkait ketidakpatuhan terhadap penerapan Alat Pelindung Diri (APD) dan kepatuhan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Sehingga fonemena ini berpotensi membahayakan keselamatan pekerja dan rawan terjadi kecelakaan kerja di lokasi proyek.
” Berdasarkan Papan Informasi Publik (PIP) yang terpampang, proyek tersebut berasal dari Kementrian Agama RI melalui Kantor wilayah Provinsi Banten yang bersumber dana dari pemerintah melalui penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2025 sebesar Rp 1.261.000.000,- (Satu Milyar dua ratus enam puluh satu juta rupiah)
yang dikerjakan oleh pelaksana CV.Melindo Karya, dengan Nomor Kontrak : 2043/Kw.28.02.4/KS.01.7/08/2025, dan nampak jelas pekerja diwajibkan mematuhi K3, namun hal tersebut hanya simbol belaka tanpa ada teguran dari pengawas lapangan maupun pelaksana ” JelasNya.
” Pelaksana Lapangan Rafi ” Saat di telp via WhatsApp (WA), dirinya sedang belanja di material dan membuat janji ke awak media Bungas Banten jam 13.00 WIB
” Saya sedang dibelanja di material, Ok pk nnti saya ke lokasi jm 1.” Kata Pelaksana Rafi. Senin, (6/10/2025)
Namun, setelah di tunggu hingga datang mobil material berwarna biru, pelaksana tidak menginfokan kembali ke awak media yang sedang menunggu di pos/gardu parkir hanya jarak 3 meter dari lokasi proyek
Malah pelaksana Rafi ” ke warung dan balik lagi ke lokasi proyek setelah awak media mengingatkan via WA pelaksana Rafi ” membalas WA : Sya di lokasi pak. Ini lgi ngopi, dan langsung keluar dari warung dan bergegas ke lokasi proyek
Namun setelah di ikuti oleh awak media pelaksana Rafi ” masuk sebentar dan LANGSUNG KABUR TANCAP GAS menggunakan motor Scoopy warna putih
” Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana belum menjawab konfirmasi awak media Bungas Banten yang sudah dihimpun melalui Diki selaku pengawas dan pekerja, terkait beberapa dugaan, seperti diduga abaikan APD dan K3, pekerja berjumlah 11 orang berasal dari Pemalang -Jawa Tengah,” upah HOK, dan material yang digunakan salah satunya Semen Merk SERANG
REPORTER : TUBAGUS ZAKARIA










