Bungas Banten, PANDEGLANG – Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2025 mendapat sorotan tajam dari Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4). Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir, P4 mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan di puluhan sekolah pada berbagai kecamatan.
Dalam rilis resminya, P4 menilai bahwa beberapa proyek revitalisasi yang menggunakan anggaran ratusan juta hingga miliaran rupiah berpotensi tidak dilaksanakan sesuai ketentuan. Organisasi ini merinci beberapa satuan pendidikan yang masuk dalam temuan awal mereka, di antaranya:
SMPN 1 Cigeulis – Rp 2.213.935.000
SDN Pasirtenjo 2, Kecamatan Sindangresmi – Rp 841.790.000
SDN Cikayas 3, Kecamatan Angsana – Rp 822.511.500
SDN Tanjungan 02, Kecamatan Cikeusik – Rp 901.419.997
SMKS Banten Raya, Kecamatan Pandeglang – Rp 1.549.580.000
Selain daftar tersebut lebih dari 40 Sekolah turut di sebutkan. Program revitalisasi Sekolah merupakan agenda nasional untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari ruang kelas, ruang perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi. P4 menilai tujuan besar tersebut harus di kawal dengan serius agar manfaatnya benar-benar di Terima oleh siswa.
Menurut P4, hasil pengecekan di lapangan memperlihatkan adanya dugaan ketidakwajaran dalam proses pengerjaan, kualitas bangunan, hingga kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan.
Koordinator Lapangan P4, Arif Wahyudin, menegaskan bahwa pihaknya mengeluarkan seruan terbuka ini sebagai bentuk pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari APBN.Rabu 10 Desember 2025.
“Kami melihat adanya indikasi ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan kondisi hasil pekerjaan di sebagian sekolah. Temuan ini harus segera mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah,” ujar Arif.
“Pengawasan publik penting agar pengelolaan dana revitalisasi sekolah berjalan transparan, tepat sasaran, dan tidak merugikan peserta didik.”
Arif menambahkan bahwa P4 akan menyusun laporan lengkap beserta dokumentasi lapangan untuk disampaikan kepada instansi terkait sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah daerah maupun dinas teknis terkait belum memberikan tanggapan atas temuan dan pernyataan yang disampaikan P4.
REPORTER: SS MUNANDAR (ABI)







