Bungas Banten, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengambil langkah penanganan terhadap kondisi Tanjakan Tajur, Kecamatan Cikulur, yang mengalami penurunan badan jalan akibat pergerakan tanah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, bersama Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan, Hamdan Soleh, turun langsung meninjau kondisi jalan tersebut pada Selasa (8/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memetakan sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penanganan segera. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat empat titik sepanjang Tanjakan Tajur yang direncanakan mendapatkan perbaikan melalui anggaran pemeliharaan rutin pada tahun ini.
Saat ditemui awak media di lokasi, H. Dade Yan Apriyandi mengatakan pihaknya sengaja turun langsung untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menentukan titik-titik yang menjadi prioritas penanganan.
«“Kami langsung turun ke lokasi untuk melihat bagian atau titik mana saja yang harus segera diperbaiki,” ujar Dade.»
Ia menjelaskan, meskipun perbaikan ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini, pihaknya masih melakukan kajian teknis untuk menentukan waktu pelaksanaan yang paling tepat.
“Untuk kapan direalisasikan, kami masih berpikir dan melihat mekanismenya. Yang jelas, tahun ini akan kami lakukan penanganan,” katanya.
Dade menerangkan, persoalan utama di Tanjakan Tajur berkaitan dengan pergerakan tanah yang menyebabkan badan jalan mengalami penurunan hingga amblas pada sejumlah bagian.
Karena itu, penanganan tidak hanya diarahkan pada perbaikan permukaan jalan, tetapi juga pada upaya memperkuat struktur agar badan jalan lebih mampu menahan pergerakan tanah.
“Karena kondisi jalan terus mengalami pergerakan tanah sehingga jalan mengalami penurunan atau amblas. Mekanismenya nanti kami akan menambahkan beton kembali agar saling mengikat,” jelasnya.
Selain itu, struktur beton tersebut nantinya akan dikaitkan dengan bagian jalan yang kondisi tanahnya relatif stabil. PUPR juga berencana memasang balok sebagai bagian dari konstruksi penahan agar pergerakan tanah dapat diminimalisasi.
“Kami akan mengikatkan pada bagian jalan yang tidak mengalami pergerakan dan akan dipasang balok supaya tanah yang bergeser bisa tertahan,” imbuh Dade.
Dade berharap proses penanganan dapat segera direalisasikan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut.
“Kami minta doanya agar segera direalisasikan, sehingga kendaraan yang melewati Tanjakan Tajur ini bisa aman dan nyaman serta tidak lagi terjadi kecelakaan,” pungkasnya.
REPORTER :(Dra)







